October 23rd, 2011 by nightlovers
Masih ingat jaman Friendster gak? Dulu kan ada kolom testimoni dari teman. Nah, aku masih ingat apa kata Utie, salah satu bffku. Dia tulis begini, “She’s like a blend of emotional cake, wise in a row…. bla bla”. Aku terkakak-kakak bacanya, asli aku tak mengira bahwa Utie bisa menilaiku seperti itu. Dari situ aku sadar, bahwa bila seseorang menginginkanmu menjadi teman baiknya, maka ia akan benar-benar mencari tahu seperti apa sifatmu – setidaknya yang bisa ditangkap olehnya. Wid waktu itu bilang aku apa ya , duh aku lupa. Kalau Elz, katanya aku “wise”… mungkin karena waktu itu kami sering berdiskusi tentang kehidupan. Saat itu aku memang sedang gandrung membaca buku-buku karya Anand Krishna. So, bila sekarang aku seperti ini, mungkin sekali itu karena aku sering baca buku-buku itu ya. Dulu aku suka bermeditasi sendiri – meski kemudian tak rutin dan lambat laun tak pernah lagi dilakukan sampai sekarang.
Read the rest of this entry »
October 9th, 2011 by nightlovers
Aku adalah orang yang menikmati kesendirian. Bila di suatu waktu aku butuh waktu untuk menyendiri dan mengkhayal — yeah let say merenungi nasib — aku selalu punya tempat dan booster sendiri untuk itu. Tak masalah bagiku meski banyak teman menganggapku menjaga jarak, tapi bukankah setiap orang bebas memilih teman dan juga me timenya sendiri? Aku juga menikmati kok mengobrol sampai berbusa dengan Lin atau Am, karena curhat itu tetap perlu masbro, mbaksis…
Saat aku menuliskan postingan ini, anakku sedang di sudut sana, sedang naik mobil-mobilan polisi, ditemani oleh nanny-nya. Plus hari ini, sudah hampir tiga minggu aku dan Lin membuka sebuah gerai kopi di sebuah mall di Jakarta Utara. Jadi kami memang masih rutin memonitor gerai kami ini, termasuk juga pegawainya.
Kasihan juga sebenarnya aku sama anakku, karena hampir setiap malam dia ikut aku pulang malam. Kadangkala dia terlihat begitu lelah, sampai tertidur di sampingku yang sedang menyetir. Mbaknya juga kecapekan, dan tertidur di belakang. Tak begitu jauh memang dari mall ke rumah, kalau sudah larut malam ya sekitar setengah jam-an lah. Dan aku sendiri bisa dikatakan juga lelah, karena kekurangan waktu istirahat. Praktis tidurku hanya 6 jam setiap hari, karena pagi jam 6 lewat aku sudah harus ke kantor.
Tapi aku menikmatinya kok, menikmati menyetir sendirian malam-malam pulang ke rumah. Mungkin karena sudah terbiasa begitu ya. Lebih dari separuh umurku kuhabiskan dengan mengurus segala sesuatunya sendiri.
Kalau dulu aku pulang clubbing sendirian dengan kepala berat, sekarang aku pulang malam tidak lagi sendirian, ada anak tercinta yang menemani sambil nonton dvd Barney (kalau dia tak mengantuk), dan kali ini pun bukan kepalaku yang berat akibat kebanyakan minum, tapi mataku yang berat karena mengantuk, hahaha…. Waktu memang tak terasa begitu cepat berlalu ya, dan aku menikmati setiap detiknya, dari yang membahagiakan sampai yang menyakitkan sekalipun.
“Mami, mamii…” panggilan itu mengagetkan aku. Anakku memanggil dari kejauhan, dengan senyum sumringah di pipinya.
Sudah dulu ya. Dia sudah datang. Si cantik buah hatiku… aku ingin menikmati waktu berdua dengannya dulu.