October 7th, 2009 by nightlovers
Hardcase itu masih teronggok di tempat yang sama. Di sebuah celah di sudut, antara meja rias dan dinding. Di sebelahnya tergeletak sound system kecil merk Peavey. Aku tersenyum sendiri dan meraih hardcase itu. Meraba permukaannya, ingin tahu apakah berdebu. Oh, bersih kok. Berarti sudah dibersihkan sama pembantu infal sebelum aku datang.
Aku buka hardcase coklat itu dan menemukannya di sana. Gitar listrikku yang cantik, si Telecaster hitam yang masih mulus sekali. Senar gitar yang aku kendorkan sudah berkarat, astaga.. sudah berapa lama aku tak menyentuhnya? Read the rest of this entry »
August 25th, 2009 by nightlovers
Bb di sampingku berbunyi. Segera aku raih dan menekan tombol di kiri atas, untuk men-silent-kan ringtone. Incoming call from +62813 – sekian – sekian. Aku tidak kenal nomor itu, dan biasanya aku memang tidak mau mengangkat nomor yang tidak aku kenal atau tidak ada di phonebook.
Dugaan awalku, ini adalah si penelepon iseng yang suka miskol-miskol gak jelas. Aku tekan tombol hijau, lalu aku biarkan begitu saja, toh sebentar lagi juga dimatikan sama yang disana. Sedetik, dua detik, tiga detik, tidak dimatikan?? Aku mendekatkan bb ke telinga.
“Halo,” suara perempuan di seberang sana. Read the rest of this entry »