• Home
  • About
  • Contact

Archive for the 'Night Story' Category

Pegawai Oh Pegawai

April 15th, 2012 by nightlovers

Sejak kedai kopiku buka sampai sekarang, pegawainya gonta-ganti terus. Dan karena rata-rata suka kabur sesukanya, alias main berhenti aja setelah gajian, so aku dan temanku mengubah metode pemberian gaji. Sebenarnya pegawai-pegawai ini punya perjanjian bahwa mereka tidak bisa keluar sebelum mendapatkan pengganti, ditandatangani di atas materai 6000 pula, tapi kau pikir, apa mereka peduli? Terbukti kan dari yang pertama kali kabur itu, baru gajian hari ini, besoknya sms bilang mau berhenti. Bener-bener minta dicekek tuh orang. Eh ternyata belakangan ketahuan, dia hanya mengancam saja, karena tak suka diburu target, dan dia sebenarnya belum dapat pekerjaan lain (seperti alasannya ke kami). Tapi aku dan temanku bukan pemaaf untuk urusan ini, karena pegawai tak bertanggung jawab jelas tak kami butuhkan. Meski memang setelah itu kami kelimpungan mencari pegawai baru.

Dapat sih dapat, dan tapi kemudian berhenti lagi. Tapi yang terakhir berhenti itu tidak bisa ‘melarikan’ diri dari tanggung jawab, karena sisa gajinya masih kami tahan. Let say, di tanggal 1 dia terima 75% gaji bulan sebelumnya, lalu 25% dibayar di tanggal 10. Bila mau keluar, boleh, tapi wajib memberikan training pada pengganti selama 3 hari dan mengembalikan seragam, baru deh sisa gajinya dibayarkan. Dan karena dia belum balik, jadi ya belum dikasih sisa gajinya, malah owner pun yang memberi training pada calon pegawai baru.

Anyhow, kedai kopi kami ini belum bisa dibilang untung, karena yang didapat selama ini hanya cukup untuk menutup operasional, makanya gaji untuk pegawai pun tak bisa gede-gede amat. Tak mungkin toh kami subsidi terus…

berikan senyum terbaikmu, dan pembeli datang dengan sendirinya...

Tapi selama beberapa bulan buka kedai di MOI, sepertinya hanya aku dan Lin owner yang rutin supervisi. Owner-owner lain jarang kelihatan, palingan Sabtu saja, atau sebulan sekali, bahkan tukang kentang goreng di sebelah kami, belum pernah aku lihat bosnya. Pegawainya juga santai saja, mau ada pembeli syukur, gak ada juga gpp, tak merasa dikejar target. Sementara kalau kedai kami, terus terang kami mengharuskan anak-anak untuk rutin berkeliling, memperkenalkan produk kami. Kalau tidak dikenalkan, siapa yang tahu, ya kan? Ah tapi memotivasi itu memang tak mudah. Buktinya ya pegawai hanya semangat di bulan awal saja, setelah itu mulai malas keliling, dan itu artinya aku dan Lin jadi naik darah mendapat laporan penjualan yang ‘benar-benar mengecewakan’.

Aku suka bergaul dengan para pegawai kami, suka becanda dengan mereka agar mereka tak merasa ada jarak antara bos dan pegawai. Tadi lucu deh. Aku membuka laci dan kutemukan bungkus jagung kering – yang sudah tersimpan sejak Kamis lalu – karena waktu itu aku juga datang dan memeriksa laci. Kamis lalu refleks aku berkata, “Makanan siapa ini? Gak bergizi betul.” Dan anak-anak itu ketawa. Katanya, “Itu punyanya Bapak, bu,” Oh maksudnya suaminya si Lin. Lalu tadi aku mendengus lagi karena kulihat masih ada saja kue itu di situ, “Ini sudah berapa hari di sini? Hayaahh….. ibu gak tahan lihat makanan gak bergizi kayak gini, hehe…” Dan kedua gadis itu cekikikan geli. Lalu si Upik bilang, “Masa Bos makanannya kayak gitu.” Bah, ngejek pulak orang ini, kupikir. Kalau kedengaran Lin, bisa dicekek mereka.

“Nah, Upik… sekarang kamu keliling ya. Berikan senyum terbaikmu!” Dan keduanya cekikikan lagi, tersipu.
“Pakai gula ajalah Bu, biar manis,” timpal Upik senyum-senyum.
“Ya kalau kamu mau tarok gula di bibir boleh juga, biar bling bling….”
Tapi benar kan kataku, tak sampai lima menit si Upik balik, dia lapor dia dapat tiga pembeli.
“Naaahh…. betul, kan. Itu pasti karena kamu senyumnya manis…” Dan si Mega yang lagi mengocok botol whipcream lagi-lagi ketawa. Untung botolnya gak terlepas.

Mega ini orangnya gemuk, beda dengan Upik yang kurus, jadi tenaganya juga lebih kuat dari Upik. Nah, tadi waktu aku lagi di dalam bioskop – aku sempetin nonton Seefood dulu tadi dengan anakku – masuk SMS dari Mega, katanya dia kesulitan membuka botol whipream. Aku sms balik dia, aku bilang rendam dulu botolnya dengan air agak panas. Ada-ada aja, kok bisa botol gak bisa dibuka.

“Makanya kalau nutup botol, jangan kenceng-kenceng dong ah.”
“Iya Bu, dia itu pakai tenaga dalam,” sahut si Upik saat mens-shake lemonade. Gak berapa lama, Upik kelihatan kesulitan membuka tutup shaker.

Aku tertawa. “Alamak, ini lagi… buka shaker aja gak kuat, macam mana ini…. Mega, keluarkan kekuatanmu.” Gak sampai 2 detik, terbuka!

Sebenarnya aku tak suka terus-terusan harus mengawasi pegawai. Pegawai kalau ditungguin biasanya kan jadi panik ya, merasa dituntut dll. Tapi kalau tak diawasi ya mereka hanya duduk saja nunggu pembeli datang. Jadi biasanya aku suka pura-pura ada di dekat situ, padahal aku entah dimana. Aku telepon dan aku bilang, jangan lupa keliling ya, saya lagi di toko buku, sebentar lagi ke situ. Lalu kalau aku singgah ke kafe, aku stay di dalam agak lama lalu mengajak mereka mengobrol ngalor ngidul yang gak jelas, biar suasana jadi cair dan full tawa. Kadang aku traktir juga mereka makanan, lalu makan ramai-ramai di situ, menunduk-nunduk biar gak kelihatan customer, tentunya sambil terkekeh-kekeh.

Pegawaiku yang terakhir keluar, pernah sms ketika dia baru keluar, katanya aku atasan yang baik, tahu cara memperlakukan pegawai, gak kejam memaksa pegawai. Masa sih? Kalau iya benar, tentu aku sudah jadi bos di kantorku kan? Hahahhaa… curcol deh :p.

Aku tidak menanggapi khusus sms itu, kupikir pendapat itu kan subjektif sekali, karena memang beberapa minggu sebelum dia memutuskan keluar, Lin sedang emosional dan agak keras menegur mereka karena penjualan mendadak turun. Aku dan Lin memang berbagi peran. Aku bilang, cukup 1 saja yang marah-marah, dan aku gak mau ambil peranan itu – kecuali terpaksa – karena aku sudah tak punya energi lagi sehabis kerja. Lagipula marah-marah terus pun sia-sialah. Aku hanya cerewet bila ada yang tak sesuai prosedur atau ada yang kurang bersih.

Aku pikir, pegawai tidak bisa dipaksa dengan kekerasan, harus ada pendekatan yang tepat untuk setiap orang, dan memang tak mudah memotivasi mereka. Aku dan Lin menyadari itu, tapi ya kami juga tak mau pegawai bersantai-santai dimana seharusnya kita kerja keras memperkenalkan menu yang kita miliki.

Tapi ya begitulah. Selalu kukatakan pada Lin, tidak ada yang bisa menghalangi para pegawai untuk keluar mencari kerja lain yang lebih baik baginya, jadi nikmati dan manfaatkan saja selama masih ada.

| RSS | Category: Night Story

Apa kabar, Sus?

March 19th, 2012 by nightlovers

Ya ampun. Lama sekali aku tak menyentuh blogku ini. Sungguh tak sopan. Sampai kemudian email pemberitahuan mengenai perpanjangan domain datang, dan aku seperti tersadar, ooohh astagaa…. aku kan punya domain lain yang harus aku urusss…. begitulah kira-kira. Domain ini tak begitu banyak ya isinya, padahal sudah tiga tahun. Ah, pemalas sekali aku ini.

So, apa kabar Sus? Apa kabar Susucoklat? Hueheheheh…. plis deh norce bener.

Sebulan lebih terakhir ini aku sedang dalam keadaan dimana aku sadar bahwa aku mengalami stress. Yap. Kalau selama ini aku tahu aku stress tapi hanya tahu dan bisa kunikmati, tapi kemarin itu menurutku adalah puncaknya. Seakan semua masalah datang bertubi-tubi. Mau pecah rasanya kepala. Seorang teman di kantor bertanya, ada apa, kenapa mukaku murung terus? Aku katakan, aku ada masalah keluarga. “Peninglah, pening…!” kataku. Ya, soalnya aku kan hobi tertawa di kantor, jadi saat aku murung, temanku bisa merasakannya. Padahal aku tidak begitu dekat dengannya, tapi memang duduknya deketan, jadi ya dia bisa merasakan perubahan itu.

Yeah, mungkin karena terlalu banyak yang aku simpan kali ya hehe. Tapi seperti biasa, pada akhirnya semua itu harus dihadapi. Tak ada pilihan toh. Aku pikir aku akan baik-baik saja, yang penting selalu berdoa dan ikhtiar, semoga Allah memberikan yang terbaik. Ya kan?

 

| RSS | Category: Night Story

Surprise (?)

November 7th, 2011 by nightlovers

Aku percaya pada kekuatan pikiran, atau yang disebut resonansi. Contoh gampangnya, saat kau sedang memikirkan seseorang, maka yang dipikirkan akan ‘konek’ juga di sana.

Pagi hari, Jumat kemarin. Masih pukul 6. Aku menyalakan BB-ku, dan terdengarlah suara-suara SMS masuk. Semua isi sms itu sama, mengucapkan ‘selamat ulang tahun’, tapi sms yang pertama kali masuklah yang membuatku kaget. Karena aku baru saja memimpikannya. Siapa yang menyangka kalau aku saja tak pernah menduganya. Mataku berkaca-kaca, sedikit saja tapi. Dan kemudian hilang setelah aku menutup mataku beberapa detik. Isi sms yang singkat sekali.

Somehow I decide to reply the message. With picture.

And next, two days later, I’ve got MMS. MMS tertanggal kemarin tapi tak bisa di-download di hape sehingga aku harus membukanya via browser dan baru bisa sore tadi. Oh. Ternyata itu. Foto, puncak keberhasilan dari yang diimpikannya selama ini.

Seperti kata beruang di game iPad, keberhasilan itu harus diapresiasi dengan, “Congratulation! Two thumbs!”

Good luck for you, Ye!

| RSS | Category: Night Story

Pengamen Tua

November 1st, 2011 by nightlovers

Mereka bilang, sering-seringlah melihat ke bawah agar kau senantiasa bersyukur. Dan melihatlah ke atas agar kau pun tak cepat berpuas diri.

Aku menangkap itu sebagai suatu kondisi dimana manusia diminta untuk tidak menyerah pada kenyataan. Bila kau miskin, maka tetaplah berusaha. Dan bila kau sudah berkecukupan, jangan pula berdiam diri. Karena saat kau menjadi lebih daripada kecukupan, berarti semakin banyak pula orang yang bisa kau bantu.

Kau lihat foto ibu tua ini? Aku tak sengaja menemukannya beberapa bulan lalu saat aku pergi ke daerah Sabang untuk suatu keperluan. Sebenarnya mungkin ibu ini sudah ada di sana waktu aku keluar dari pintu toko digital printing, tapi karena aku belok ke arah yang berbeda aku tak menyadarinya. Baru ketika aku balik arah mau menuju mobil, baru aku sadar: ada perempuan tua lesehan di trotoar. Read the rest of this entry »

| RSS | Category: Night in Jakarta, Night Story

Mark Up

October 27th, 2011 by nightlovers

Karena seringnya nongkrong di Food Connection, aku sudah hampir mencicipi semua resto yang ada di situ. Kecuali yang ada baknya tentu saja.

Di Food Connection ini aku menemukan semacam “penyakit” di sini. Penyakit yang kumaksud adalah penyakit petugas kasir resto yang sering menyebutkan angka lebih besar daripada angka yang terpajang di papan menu.

Sebut saja si Bakoel Desa. Harga nasi bakar komplitnya 20.900, tapi si kasir dengan yakin bilang 21.000. Eh sebenarnya bukan 21.000. Jadi waktu aku beli, dia sebut angka 20.900 tapi kembalian 100 peraknya tidak dia kasih. Aku pun merepet dan 100 itu dikembalikan. Sehabis aku bayar, giliran temanku memesan — menu yang sama! — dan di sinilah dia langsung bilang “21 ribu”, mungkin maksudnya agar kita tak “meminta” kembalian. Tapi temanku tetap meminta, karena struknya kan 20.900. Tampang kasirnya langsung jutek, jujur ingin kutabok saja rasanya tuh orang. 100 perak pun, itu namanya maling! Setelah kejadian itu, setiap kali melihat kami yang datang, dia selalu mengasih kembalian dengan cemberut. Gak berani lagi mark up.

Malam ini, kembali kualami kejadian serupa di tenant lain. Koi apa gitu, lupa. Aku lihat harga di menu board 25.000, lalu masnya bilang 28.000. Aku pikir, oh tax. Tapi waktu dia kasih kembalian 22.000 aku baru ngeh, kalau tax kan harusnya 27.500. Tapi karena aku sudah jalan cukup jauh, aku diamkan saja, lagipula aku sedang malas berdebat. Entah kemana pula struknya.

Mark up. Sudah jadi budaya, dan bahkan yang mark up pun tak malu-malu lagi. Jelas sekali pegawai seperti itu akan membuat imej resto tersebut jadi jelek. Membohongi pelanggan hanya demi seperak dua perak?! Pliiisss… Tip itu berbanding lurus dengan pelayanan jeung!

Bahkan pengamenpun lebih bermartabat dibanding mereka ini.

Ah sudahlah. Kelamaan merepet aku.

| RSS | Category: makan di jakarta, Night in Jakarta, Night Story

Emotional Cake

October 23rd, 2011 by nightlovers

Masih ingat jaman Friendster gak? Dulu kan ada kolom testimoni dari teman. Nah, aku masih ingat apa kata Utie, salah satu bffku. Dia tulis begini, “She’s like a blend of emotional cake, wise in a row…. bla bla”. Aku terkakak-kakak bacanya, asli aku tak mengira bahwa Utie bisa menilaiku seperti itu. Dari situ aku sadar, bahwa bila seseorang menginginkanmu menjadi teman baiknya, maka ia akan benar-benar mencari tahu seperti apa sifatmu – setidaknya yang bisa ditangkap olehnya. Wid waktu itu bilang aku apa ya , duh aku lupa. Kalau Elz, katanya aku “wise”… mungkin karena waktu itu kami sering berdiskusi tentang kehidupan. Saat itu aku memang sedang gandrung membaca buku-buku karya Anand Krishna. So, bila sekarang aku seperti ini, mungkin sekali itu karena aku sering baca buku-buku itu ya. Dulu aku suka bermeditasi sendiri – meski kemudian tak rutin dan lambat laun tak pernah lagi dilakukan sampai sekarang.
Read the rest of this entry »

| RSS | Category: Night Story

Perempuan Kayu

April 18th, 2011 by nightlovers

I hope that once in a while I could become a spoiled woman. Sometimes I hated being so independent. Because for a seconds (and become munites), suddenly I feel lonely. What can I say? I’m just a woman, sometimes needs someone to care about me.

One of my gal friend gave me a nickname : “Perempuan Kayu”. Am I? Hmm… for now, off course I’m not sure with that hahaa..

Anyway, I think every women can be hard or flexible like woods. I believe that life experiences formed a person with their character. You are “Perempuan Kayu” also dear…. because what we’ve passed doesn’t kill us… right? Read the rest of this entry »

| RSS | Category: Night Story

Forget It

February 13th, 2011 by nightlovers

Aku punya teman dekat semasa kuliah. Yang menurutku terjebak dengan masa lalu. Dia begitu senang mengenang dan mengingat masa lalunya, ya mungkin baginya itulah masa-masa keemasan dan kejayaannya.

Beberapa minggu lalu, temanku bilang dia bertemu di fb dengan mantanku waktu kuliah. Sebelumnya dia cerita kalau dia sudah add si A, si B, yang termasuk dari lingkaran kami nge-band dulu. Dan akhirnya dia ketemu si laki-laki itu. Temanku ini sengaja memancing-mancing ego si mantan itu dengan menyinggung-nyinggung tentangku dan alhasil si mantan itu pun terbawa emosi.  Dia bilanglah begini begitu begini begitu.

Temanku tentu saja dengan akal bulusnya langsung minta maaf karena sudah membuat emosi kembali memuncak, padahal memang maksudnya mau membuat marah. Temanku ternyata menyimpan ketersinggungan juga karena beberapa tahun lalu pernah bertemu dengan nih orang tapi nih orang cuek saja pura-pura tidak kenal — yang so pasti tidak mungkinlah secara kami semua ada di lingkaran yang sama.

Read the rest of this entry »

| RSS | Category: Night Story

Tante Cie

December 9th, 2010 by nightlovers

“Ini. Sa pu kawan kasih buat saya,” Tante Cie memanggilku. Aku jalan mengikutinya dan melihat dua bungkus plastik kresek di atas baskom plastik.

“Apa itu?” tanyaku.

“Bawang merah. Sa pu kawan di pasar, da yang kasih..”

“Oo…” aku mengiyakan sambil mengangggukkan kepala. Aku mengambil gelas dan menuang air ke dalamnya. Setelah itu aku ambil piring dari dalam lemari, mengambil nasi dari dalam magic com, dan mencomot sepotong ikan goreng.

“Hmm.. Enak nih ikannya.” Gumamku. Ah, sedap betul makan di rumah ini. Jarang aku dapat ikan sesegar ini di pasar dekat rumahku di Jakarta. Anakku sedang makan dengan lahap disuapi susternya. Kami berangkat pakai pesawat paling pagi dari Jakarta, pantaslah dia kelaparan, soalnya belum makan. Read the rest of this entry »

| RSS | Category: Night Story

Semua Karena Cinta

October 21st, 2010 by nightlovers

Ceritaku kali ini agak-agak memicu adrenalin. Ada heboh, panik, marah, kocak, dan juga menghibur. Menurutku tentu saja.

Bermula dari hari Minggu yang lalu. Saat itu sudah masuk waktu maghrib ketika mobil kami masih melaju di jalan, hendak pulang. Sudah dekat rumah jadi akupun memutar nomor di ponselku dan menelepon ke rumah.

“Dy, buka pagar,” kataku pada Edy, penjaga rumah kami. Umurnya 15 tahun, impor dari Siantar. Orang Jawa Siantarlah. Read the rest of this entry »

| RSS | Category: Night Story
« Previous Page

Blogroll

  • Elmoudy
  • Srex
  • Widi
  • Wordpress Theme

Recent Comments

  • nightlovers: memang adalah kawan2ku lys…. but gak semua musti diceritakan kan :) .
  • els: ingat kak.. ada kawan2 mu…
  • nightlovers: hehe… ayukk… cheerrrrssssss! :)
  • arman: ayo cheer up!! :)
  • beni: kasian bgt., coba aja kalo gua orang kaya… udah gua kasih tuh orang… :D

Recent Posts

  • Pegawai Oh Pegawai
  • Apa kabar, Sus?
  • Surprise (?)
  • Pengamen Tua
  • Mark Up
  • Emotional Cake
  • Berdua Dengannya
  • Me Time ?
  • Perempuan Kayu
  • Forget It

Categories

  • Night in Batam (1)
  • Night in Jakarta (26)
    • makan di jakarta (8)
    • sex & the city (5)
  • Night in Medan (14)
    • clubbing di medan (7)
    • makan di medan (4)
  • Night in Pattaya (1)
  • Night Story (30)