November 1st, 2011 by nightlovers
Mereka bilang, sering-seringlah melihat ke bawah agar kau senantiasa bersyukur. Dan melihatlah ke atas agar kau pun tak cepat berpuas diri.
Aku menangkap itu sebagai suatu kondisi dimana manusia diminta untuk tidak menyerah pada kenyataan. Bila kau miskin, maka tetaplah berusaha. Dan bila kau sudah berkecukupan, jangan pula berdiam diri. Karena saat kau menjadi lebih daripada kecukupan, berarti semakin banyak pula orang yang bisa kau bantu.
Kau lihat foto ibu tua ini? Aku tak sengaja menemukannya beberapa bulan lalu saat aku pergi ke daerah Sabang untuk suatu keperluan. Sebenarnya mungkin ibu ini sudah ada di sana waktu aku keluar dari pintu toko digital printing, tapi karena aku belok ke arah yang berbeda aku tak menyadarinya. Baru ketika aku balik arah mau menuju mobil, baru aku sadar: ada perempuan tua lesehan di trotoar. Read the rest of this entry »
October 27th, 2011 by nightlovers
Karena seringnya nongkrong di Food Connection, aku sudah hampir mencicipi semua resto yang ada di situ. Kecuali yang ada baknya tentu saja.
Di Food Connection ini aku menemukan semacam “penyakit” di sini. Penyakit yang kumaksud adalah penyakit petugas kasir resto yang sering menyebutkan angka lebih besar daripada angka yang terpajang di papan menu.
Sebut saja si Bakoel Desa. Harga nasi bakar komplitnya 20.900, tapi si kasir dengan yakin bilang 21.000. Eh sebenarnya bukan 21.000. Jadi waktu aku beli, dia sebut angka 20.900 tapi kembalian 100 peraknya tidak dia kasih. Aku pun merepet dan 100 itu dikembalikan. Sehabis aku bayar, giliran temanku memesan — menu yang sama! — dan di sinilah dia langsung bilang “21 ribu”, mungkin maksudnya agar kita tak “meminta” kembalian. Tapi temanku tetap meminta, karena struknya kan 20.900. Tampang kasirnya langsung jutek, jujur ingin kutabok saja rasanya tuh orang. 100 perak pun, itu namanya maling! Setelah kejadian itu, setiap kali melihat kami yang datang, dia selalu mengasih kembalian dengan cemberut. Gak berani lagi mark up.
Malam ini, kembali kualami kejadian serupa di tenant lain. Koi apa gitu, lupa. Aku lihat harga di menu board 25.000, lalu masnya bilang 28.000. Aku pikir, oh tax. Tapi waktu dia kasih kembalian 22.000 aku baru ngeh, kalau tax kan harusnya 27.500. Tapi karena aku sudah jalan cukup jauh, aku diamkan saja, lagipula aku sedang malas berdebat. Entah kemana pula struknya.
Mark up. Sudah jadi budaya, dan bahkan yang mark up pun tak malu-malu lagi. Jelas sekali pegawai seperti itu akan membuat imej resto tersebut jadi jelek. Membohongi pelanggan hanya demi seperak dua perak?! Pliiisss… Tip itu berbanding lurus dengan pelayanan jeung!

Bahkan pengamenpun lebih bermartabat dibanding mereka ini.
Ah sudahlah. Kelamaan merepet aku.
October 9th, 2011 by nightlovers
Aku adalah orang yang menikmati kesendirian. Bila di suatu waktu aku butuh waktu untuk menyendiri dan mengkhayal — yeah let say merenungi nasib — aku selalu punya tempat dan booster sendiri untuk itu. Tak masalah bagiku meski banyak teman menganggapku menjaga jarak, tapi bukankah setiap orang bebas memilih teman dan juga me timenya sendiri? Aku juga menikmati kok mengobrol sampai berbusa dengan Lin atau Am, karena curhat itu tetap perlu masbro, mbaksis…
Saat aku menuliskan postingan ini, anakku sedang di sudut sana, sedang naik mobil-mobilan polisi, ditemani oleh nanny-nya. Plus hari ini, sudah hampir tiga minggu aku dan Lin membuka sebuah gerai kopi di sebuah mall di Jakarta Utara. Jadi kami memang masih rutin memonitor gerai kami ini, termasuk juga pegawainya.
Kasihan juga sebenarnya aku sama anakku, karena hampir setiap malam dia ikut aku pulang malam. Kadangkala dia terlihat begitu lelah, sampai tertidur di sampingku yang sedang menyetir. Mbaknya juga kecapekan, dan tertidur di belakang. Tak begitu jauh memang dari mall ke rumah, kalau sudah larut malam ya sekitar setengah jam-an lah. Dan aku sendiri bisa dikatakan juga lelah, karena kekurangan waktu istirahat. Praktis tidurku hanya 6 jam setiap hari, karena pagi jam 6 lewat aku sudah harus ke kantor.
Tapi aku menikmatinya kok, menikmati menyetir sendirian malam-malam pulang ke rumah. Mungkin karena sudah terbiasa begitu ya. Lebih dari separuh umurku kuhabiskan dengan mengurus segala sesuatunya sendiri.
Kalau dulu aku pulang clubbing sendirian dengan kepala berat, sekarang aku pulang malam tidak lagi sendirian, ada anak tercinta yang menemani sambil nonton dvd Barney (kalau dia tak mengantuk), dan kali ini pun bukan kepalaku yang berat akibat kebanyakan minum, tapi mataku yang berat karena mengantuk, hahaha…. Waktu memang tak terasa begitu cepat berlalu ya, dan aku menikmati setiap detiknya, dari yang membahagiakan sampai yang menyakitkan sekalipun.
“Mami, mamii…” panggilan itu mengagetkan aku. Anakku memanggil dari kejauhan, dengan senyum sumringah di pipinya.
Sudah dulu ya. Dia sudah datang. Si cantik buah hatiku… aku ingin menikmati waktu berdua dengannya dulu.
June 27th, 2011 by nightlovers
Just finished having an after hour chit chat with friends in PIM. I think it is my first time hang out without my little girl after years hahaha…. I don’t know, maybe I should enjoy this “me time”, but I just can’t. I feel guilty because living my daughter without permission (well, should I?).
I called her … emmm… 5 times I guessed. On my first call, she said like, “Mommy, should I ask mbak to open the gate?” No honey, not yet.
And I looked at my watch many times, hope that my friends will understand. Haha… Supposed to me to compromized with myself, because .. hey, it’s just “sekali-sekali” right? Why can’t I just enjoy it.
But I miss my baby…. hope I can go home in a two blinks. Blink! Blink! Oups! Ternyata masih di tol.
August 17th, 2010 by nightlovers
Minggu lalu aku dan sepupu-sepupuku discuss di grup bbm kami tentang rencana buka puasa bersama. Sudah lama kami tidak berkumpul, dan momen puasa ini adalah momen yang tepat untuk itu.
Yud mengusulkan hari Senin, karena Selasa kan libur 17-an, jadi tak apalah kita pulang agak malam. Aku OK, Op OK. Dd diam. Oh, Dd diam karena dia memang gak bisa ikut. Doi lagi di puncak, ikut pesantren kilat. Aku bilang, bulan puasa lu mo tobat, nanti bulan puasa lewat, nyekek botol lagi. Hehehee… Dd ketawa aja.
Kami lalu mendiskusikan tempat berbuka yang nyaman. Yud dan Op ingin di Pulau Dua. Aku bilang aku ikut saja, karena aku kan keluar kantor jam setengah empat, jadi kemungkinan aksesku lebih lancar kemanapun. Aku ingatkan mereka – yang keluar kantor jam 4 jam 5 – apa Pulau Dua itu logis gak karena ini bulan puasa. Sekarang Jakarta makin gila. Mau jam berapapun keluar, pasti kejebak macet. Emosi jiwa melandalah pokoknya. Mereka berdua bilang, pasti bisa. Pasti bisa. Read the rest of this entry »
April 4th, 2010 by nightlovers
Minggu lalu aku ada di Batam untuk workshop dari kantor. Ini bukanlah workshop yang sebenarnya, karena 75% acara diisi oleh acara senang-senang dan jalan-jalan, bukan beneran training or pelatihan. Well, biarlah, yang penting kan aku juga jalan-jalan toh.
Malam harinya, sehabis dinner “udang setengah matang” di sebuah tempat yang aku lupa namanya, aku langsung merapat ke sebuah diskotik di dalam hotel tempat kami menginap, Pacific Palace. Itu malam yang melelahkan setelah seharian penuh diisi workshop, tapi aku tidak ingin menyia-nyiakan malam dengan tidur saja. Dan karena aku tidak berniat kemana-mana yang jauh, diskotik hotel adalah pilihannya. Read the rest of this entry »
March 16th, 2010 by nightlovers
Bagaimana suasana malam di Pattaya? Panas. Itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkannya. Bukan hanya cuacanya saja yang gerah tapi kehidupan di sana juga bikin gerah. Beberapa malam lalu aku ada di Pattaya untuk pelesir gratis dari kantor.
Begitu tiba di Pattaya, check in dan mandi, kami berombongan pergi menonton show banci di Alcazar Theater. Melihat banci cantik tetap tidak pernah terasa membosankan. Mereka luar biasa cantik. Ada yang mirip Angel Karamoy, Manohara, Dian Sastro, hahahaa… Bahkan ada yang campuran wajah antara KD dan Inul. Buset deh. Read the rest of this entry »
March 6th, 2010 by nightlovers
Akhirnya jadi juga aku kongkow dengan sepupu-sepupuku. Kami janjian untuk sekedar minum-minum ringan di The Barrels, La Piazza. Tentu saja dipilih hari Jumat, sebagai hari favorit para pekerja. Tc — salah satu member group yang stay di Medan — langsung buat ikon sedih karena dia tak bisa ikut bersama kami. Read the rest of this entry »
February 22nd, 2010 by nightlovers
Aku jalan-jalan malam lagi, kali ini keluar kongkow dengan teman-teman lama. Sempat miskom juga, karena Lin tidak memberi petunjuk dengan benar. Katanya “Seberang Gading 1. Seberangnya Pizza Hut.” Dalam bayanganku, lokasinya di dalam Mall Kelapa Gading 1, kan ada PH juga di situ. Lalu aku kira mungkin maksud dia seberang itu ke arah La Piazza. Wow, ternyata maksudnya adalah di jalan raya boulevardnya. Padahal aku sudah turun lengkap dengan stroller anakku di Gading 1. Dan ternyata semua teman juga menyangka bahwa yang dimaksud dengan “seberangnya gading 1″ adalah di dalam komplek mkg juga. Merepet-repetlah kami semua.
Akhirnya suara terbanyak sepakat bahwa kita akan stay di mall saja, tidak jadi menyeberang ke kafe coklat yang dibilang Lin itu. Di dalam mall lebih gampang kalau mau kemana-mana. Read the rest of this entry »
February 14th, 2010 by nightlovers
Hmm. Aku melihat ponselku. Hang. Kenapa sih ponsel sekarang gampang sekali hang? Sepertinya semakin mahal harga ponsel kok malah semakin sering hang ya? Padahal ponsel SonEr ku ini lebih sering dalam posisi stand by, tapi barusan aku terima telepon dari tukang tas, kok nge-hang. Tukang tas mau datang sebentar lagi. Aku melirik jam dinding, sudah hampir pukul sembilan. Aku tadi tertidur ternyata. Seharian ini capek juga karena seharian di luar. Read the rest of this entry »