October 23rd, 2011 at 4:11 PM by nightlovers
Masih ingat jaman Friendster gak? Dulu kan ada kolom testimoni dari teman. Nah, aku masih ingat apa kata Utie, salah satu bffku. Dia tulis begini, “She’s like a blend of emotional cake, wise in a row…. bla bla”. Aku terkakak-kakak bacanya, asli aku tak mengira bahwa Utie bisa menilaiku seperti itu. Dari situ aku sadar, bahwa bila seseorang menginginkanmu menjadi teman baiknya, maka ia akan benar-benar mencari tahu seperti apa sifatmu – setidaknya yang bisa ditangkap olehnya. Wid waktu itu bilang aku apa ya , duh aku lupa. Kalau Elz, katanya aku “wise”… mungkin karena waktu itu kami sering berdiskusi tentang kehidupan. Saat itu aku memang sedang gandrung membaca buku-buku karya Anand Krishna. So, bila sekarang aku seperti ini, mungkin sekali itu karena aku sering baca buku-buku itu ya. Dulu aku suka bermeditasi sendiri – meski kemudian tak rutin dan lambat laun tak pernah lagi dilakukan sampai sekarang.
Back to ‘emotional cake’. Satu hal yang aku tahu tentang diriku adalah, aku memang tipe orang yang emosional. Di satu sisi aku adalah si tidak sabaran yang gampang marah, sementara di sisi lainnya aku si penggembira yang mudah tertawa karena lelucon. Aku juga sensitif bila ke-aku-anku diusik, tapi di sisi lain aku juga menikmati keterbukaan.
Beberapa minggu ini aku sedang jadi seorang pemarah. Sepertinya banyak hal yang bikin aku marah nih, hehee. Pertama, salah satu temanku – tak usahlah kusebut namanya – yang menurutku kurang cakap dalam menyelesaikan administrasi dari bisnis kami berdua. Aku tak sabaran melihatnya menunda-nunda, dengan alasan ini itu, padahal sudah kubilang, jangan ditunda-tunda karena nanti akan semakin susah kita men-trace bila ada yang missed. Maksudku, kalau memang dia kelabakan, biarlah tugas itu aku yang ambil alih. Dan memang akhirnya aku juga yang mengerjakan semua dari awal, dan tetap aku kerjakan meskipun dia juga sudah mulai rajin mengisi file-nya.
Kedua, mau marah dengan pegawai di gerai kopi. Melihat barang-barang tak beraturan bikin aku jadi spanning, belum lagi alasannya kurang bisa diterima. Aku katakan pada mereka, apapun ceritanya, ikuti saja sop. Simpan ini dimana, letak ini dimana, jangan ada yang dipindah-pindahkan. Dan kemarin nih, salah satu alat untuk froth susu pecah, trus salah satu shaker juga pecah. Emosi jiwa gak sihhh??? Aihhh… ini pegawai kok kerjanya kasar ya, kedai baru juga buka sebulan eh sudah ada barang yang pecah dan rusak.
Tapi kemarahanku itu bisa dibilang balance, karena di kantor aku menikmati keceriaan dengan teman-teman. Kemarin itu ada kejadian lucu. Jadi ceritanya kami satu divisi (kami satu divisi hanya bertiga) sedang meeting dengan konsultan media buyer kami. Konsultan kami sedang propose activation ini itu, bla bla…. yang salah satunya kemudian menyinggung segmen blogger: youth.
Terus, my boss nyeletuk dengan polosnya: “Memangnya banyak ya blogger-blogger muda? Kok yang datang nemuin aku tua-tua semua ya? Pak Guru, ibu-ibu…”
Meledaklah tawaku dan Daru temanku setim. So, my boss itu selama ini memang sering didatangi blogger untuk minta sponsorhip, dan mostly memang sudah tua-tua, ya gak tua kalilah, sekitar 35-40 tahun. Karena bosku juga tak begitu rajin bergaul di dunia maya dan perblog-an, jadilah – mungkin – menurutnya segmen terbesar blogger adalah yang tua-tua itu.
But despite all, aku dan Daru itu tertawa dengan arti tawa lebih kurang begini : “Ya iyalah, habis dapatnya juga dari si Srondol.” Srondol itu salah satu orang kantor yang juga blogger yang cereweeeeeeet bukan main. Dulu seorang teman kami – yang sudah resign – yang mengenalkan dia ke kami, dan selanjutnya baru kami sadar betapa annoyingnya orang satu itu.
Dia selalu datang ke tempat kami membawa komunitas atau teman-temannya yang menurutnya blogger-blogger terbaik di negeri ini – yang mana tak pernah kudengar namanya – dan bossku seringnya terpaku dengan kicauan Srondol karena memang doi tak paham. Aku dan Daru tak begitu suka dengan Srondol karena kelebaiannya. Buktinya beberapa bulan lalu dia bilang komunitas Kps adalah komunitas terbaik dengan ribuan member aktif, nah bulan lalu dia bbm aku dan dia bilang, jangan mau pasang placement di Kps karena sekarang sudah tidak bagus lagi. Eh, helloowww… ini pasti ada apa-apanya kan, kenapa dia mendadak menjelek-jelekkan, yang dulu dia sanjung-sanjung. Srondol ini paling pintar ambil hati. Karena dia tahu aku sering tak merekomen usulannya, pelan-pelan dia cari sela. Tapi aku dan Daru mana bisa dibujuk-bujuk. Kalau gak OK ya gak rekomen. Kami bekerja sangat profesional, jadi apapun yang masuk dengan judul minta sponsorship, insightnya ke brand perusahaan kami haruslah jelas. Satu hal yang tak kusuka dari si Srondol ini adalah, seringnya dia mengutamakan kepentingannya, jadi setiap kali ada pengajuan proposal, ada selipan kepentingan pribadinya. Gak sopan bener.
So, tawa kami berdua kemarin itu adalah tawa kemenangan. Aku menukas begini: “Iyalah Mas, soalnya temannya Srondol sih. Ya tua-tua semualah.”
Ah. Hidup ini nikmat kan? Paginya marah, siang stress, sorenya bergembira. Pagi makan oatmeal, siang makan nasi padang, malam ngopi di kede.

Ngopi
Kemarin saya main ke kedai kopinya. Yah, emang masih agak canggung sih pegawainya, kurang mempersuasi saya untuk beli yang lebih mahal, hehe. Biasanya kan kalau di kedai kopi, kalau saya bingung mau milih, pegawainya langsung nyebut jenis-jenis tertentu yang harganya lumayan mahal. Tapi mereka bagus kok pelayanannya.
nightlovers Reply:
October 24th, 2011 at 8:10 AM
Hahahaa… Biasanya kita tanya dulu sukanya panas or dingin, kopi or coklat, dst dst.. Lalu disarankan menu fave kita apa. Eh jam berapa kesana Ma? Saya disana lho malamnya..
aduh sensy gua ngebaca 35 itu masuk tua ya… taun depan gua 35 nih.. huaaaaa
(
nightlovers Reply:
October 25th, 2011 at 1:28 PM
Hahaa….. gak lah, kita belum termasuk tua, tapi dewasa
.
yah begitulah berpartner itu bu.. kudu sabar..
nightlovers Reply:
November 9th, 2011 at 5:57 PM
Lys, you’re right. Emosi aku sama dia, tp tetap sayang juga sama dia. She’s such a nice friend juga
…
Sekitar jam 2-3. Sayang banget ya ga ketemu, padahal mau ngeliat Vay. Belum rezeki kali ya, hehe