• Home
  • About
  • Contact

Buka Puasa Sendiri-Sendiri

August 17th, 2010 at 7:25 PM by nightlovers

Minggu lalu aku dan sepupu-sepupuku discuss di grup bbm kami tentang rencana buka puasa bersama. Sudah lama kami tidak berkumpul, dan momen puasa ini adalah momen yang tepat untuk itu.

Yud mengusulkan hari Senin, karena Selasa kan libur 17-an, jadi tak apalah kita pulang agak malam. Aku OK, Op OK. Dd diam. Oh, Dd diam karena dia memang gak bisa ikut. Doi lagi di puncak, ikut pesantren kilat. Aku bilang, bulan puasa lu mo tobat, nanti bulan puasa lewat, nyekek botol lagi. Hehehee… Dd ketawa aja.

Kami lalu mendiskusikan tempat berbuka yang nyaman. Yud dan Op ingin di Pulau Dua. Aku bilang aku ikut saja, karena aku kan keluar kantor jam setengah empat, jadi kemungkinan aksesku lebih lancar kemanapun. Aku ingatkan mereka – yang keluar kantor jam 4 jam 5 – apa Pulau Dua itu logis gak karena ini bulan puasa. Sekarang Jakarta makin gila. Mau jam berapapun keluar, pasti kejebak macet. Emosi jiwa melandalah pokoknya. Mereka berdua bilang, pasti bisa. Pasti bisa.Dan tibalah hari yang dinanti. Senin sore, aku pick up anakku di kantor ayahnya. Sengaja memang dia diajak ke kantor ayahnya sejak siang, biar aku tak perlu pulang ke rumah menjemputnya. Kalau pakai acara pulang, bisa jam delapan kali aku sampai di restoran itu. Kantor Re dekat saja dari kantorku, even aku tetap masih harus melewati macet.

Dan benar saja dugaanku saudara-saudara. Kami jalan dari kantor Re jam 4. Normalnya sih selambatnya sejam sudah sampai, mengingat Sudirman sekarang sudah masuk 3in1. Ehh ternyata, Jl. Sudirman full kendaraan. Tiga ruas jalan penuh, kayak kembar dempet. Cuaca mendung, tapi aura bete jelas beterbangan di situ. Aku lirik kanan kiri. Semua orang mukanya bete dan lemas, mungkin karena sedang puasa, ingin cepat pulang ke rumah, tapi terjebak macet. Dan mobil-mobil itu, hhmm… banyak juga ternyata yang hanya berpenumpang satu orang. Semua orang nekat potong ambil jalan Sudirman, tak peduli sewaktu-waktu bisa ditilang polisi karena melanggar aturan. Tapi aku lihat polisi juga tidak peduli. Kalau kau sudah capek dan ribet mengurus hal lain yang lebih besar – kemacetan yang luar biasa parah – apa pentingnya mengurus hal remeh temeh?

Aku ngedumel terus. Tidak tahan dengan macet separah ini. Bolak-balik melirik jam tangan yang masih baru (:D). Aku bbm Re, merepet-repet. Re bilang sabar, pasti sempat. Sempat apanya. Aku udah sebel aja, karena menyetujui pilihan sepupu-sepupuku berbuka di P2.

Tak lama Op merepet di grup, katanya dia stuck gak jalan.

Gimana kalau tukar tempat aja? Op.
Jangan dong, gue udah tanggung masa tuker tempat? Mana bisa muter lagi? Aku.
Iya gpp boy, nanti kita tungguin… Yud.
Op diam. Gue tahu dia bete banget karena mobil gak bergerak.

Sudahlah macet, aku tak bawa air mineral pula di mobil. Tapi ada cookies sih. Bisa untuk batalin puasa kalau terpaksa buka di jalan. Dan ditambah bb busukku ini ngulah. Aku jadi bolak-balik restart.

Aku sms Yud. Aku bilang, bb ku ngulah jadi aku gak bisa bbm di grup. Aku bilang juga kalau aku baru naik ke atas. Dan di sini jalanan lancar plongggg…. Driverku ngebut, soalnya waktu kami sudah mepet. Yud reply, katanya mobilnya mogok. Aku disuruh sms Op. Dia akan jalan segera setelah mobilnya nyala.

Alamak. Ada saja ya cobaan hari ini. Aku mengangkat lengan kiriku lagi (mau lihat jam lagi hahah)… sepuluh menit lagi waktu berbuka. Driver membelokkan mobil ke dalam Pulau Dua. Sudah sampeeeekk……….!! Aku lirik anakku yang masih tertidur pulas. Aku langsung sms Yud dan Op bilang aku sudah sampai. Lalu aku bangunkan anakku, kami pun bergegas masuk. Driver kami menolak ikutan, katanya dia mau ke mesjid saja. Ya sudah, aku kasih dia lima puluh ribu untuk uang makannya, gpp sekali-kali dikasih banyak, kasihan doi udah kena repet mulu.

Seorang pelayan wanita menggiring kami masuk. Anakku langsung melek matanya saat melihat ikan mas gede-gede di dalam kolam. Aku duduk di meja yang sudah disediakan, dan langsung ngecek bbku. Sudah normal. Dan setelah memesan makanan, aku baca chat-chat sebelumnya di bbm grup. Op ngomel karena stuck dan maksa lagi untuk pindah tempat. Yud bilang madam sudah sampai tuh, bb nya hang jadi dia sms tadi. Aku me-reply di grup, aku bilang aku akan tunggu mereka.

Meja-meja lain sudah penuh berisi para tamu. Rata-rata orang kantoran semua. Hanya mejaku saja yang hanya berisi dua orang dewasa, dan satu balita. Terus terang aku excited menunggu acara berbuka ini, karena inilah pertama kali aku akan punya teman untuk berbuka puasa. Sejak hari pertama puasa, aku selalu sahur dan berbuka sendiri. Re tidak pernah menemaniku sahur atau berbuka karena dia memang tidak puasa. Buatku ini bukan masalah dan tidak mengurangi sayangku padanya. Buatku sahur atau berbuka puasa tetap nikmat meskipun hanya sendiri, kan yang penting niatnya. Re tidak menemaniku juga bukan karena tidak peduli padaku, lagipula apakah ukuran romantis dan sayang itu semata diukur dari selalu bisa menemani pasangan? Dia bisa tidur nyenyak di rumah tanpa mikirin kerjaannya saja sudah syukur. Seingatku Re sebisa mungkin akan memenuhi segala permintaanku bila dia bisa memenuhinya. Kecuali urusan pekerjaan, itu saja yang tidak bisa diganggu gugat. Aku mengerti. Pria. Always memikirkan karirnya. Jadi, saat ada teman untuk berbuka puasa ya jelas aku senang dong.

Tapi ternyata kali ini aku kembali harus berbuka sendiri. Op jelas tak akan tiba tepat waktu. Yud apalagi. Dia bahkan belum jalan dari kantornya, karena tidak mau meninggalkan mobilnya. Aku sedikit kecewa. Tapi tegukan teh manis hangat mengobati kekecewaanku. Alhamdulillah masih bisa berbuka di restoran mahal ini. Yah, meskipun berbuka sendiri, tapi setidaknya aku tidak harus berbuka di jalan kan?

suatu malam di pulau dua

buka puasa di pulau dua

Kutunggu setengah jam, tidak ada yang muncul. Akhirnya aku pesan makanan. Dan aku makan sendiri saja ditemani anakku yang manja sekali, terus-menerus minta aku temani lihat ikan. Ya sudah, susternya aku suruh makan duluan, aku pergi bawa anakku dulu lihat ikan raksasa tadi.

Jam tujuh, Op muncul. Senyum merekah di wajahnya. Dia sudah berbuka dengan air saja di mobil. Jadi dia datang dengan perut kelaparan. Op bilang sambil tertawa, “Ini mah bukan buka bersama, ini sih buka sendiri-sendiri.”

Yud dimana? Yud masih di kantor. Dia say sorry pada kami karena tidak mungkin dia menyusul kami ke Pulau Dua. Montirnya masih balik ke bengkel untuk mengambil koil, dan dia harus menunggu lagi. Ditambah saat itu hujan turun sederas-derasnya.

Sebenarnya aku marah. Aku marah karena rencana tidak berjalan sempurna. Aku sudah bela-belain setuju untuk buka puasa di tempat yang jauh, sampai anakku harus dititip sebentar di kantor ayahnya, tapi semua berantakan. Kenapa mereka tidak permisi saja untuk keluar kantor lebih cepat? Kan sudah bisa prediksi macet? Dan kalau dia pergi lebih cepat, pasti mobil yang bermasalah pun cepat ketahuan. Aku jengkel karena yang menentukan hari dan tempat ini Yud & Op, tapi yang satu terlambat, satu lagi pula gak bisa datang. Aku diam saja, tidak mengutarakan kekesalanku. Aku agak susah mentoleransi keterlambatan.

Tapi Op yang tenang-tenang saja membuatku sadar. Dia juga orangnya emosian, tapi kali ini aku lihat dia tidak marah. Apa karena sekarang perutnya sudah kenyang? Op bilang, ini sudah bencana, siapa bisa menyangka kalau Yud mobilnya bakal mogok? Kita arrange ulang saja lagi, di hari Sabtu saja biar tidak keburu-buru. Dan Dd juga nanti bisa ikut karena acara pertobatannya pasti sudah selesai.

Aku jadi merasa bersalah juga sudah marah dalam hati sama Yud. Itu mobil pertamanya, dia beli second, wajar jugalah kalau banyak masalah. Jadi kalau aku membandingkan dengan diriku, rasanya kurang adil. Mobilku belum pernah mogok karena tahunnya masih baru. Ah, maafkan atas kesombonganku tadi, Tuhan.

Aku bilang OK lah arrange ulang. Tapi plz pilih tempat yang reasonable ya. Pulau Dua memang enak, tapi kalau salah jam ke sana, bisa mati kutu!

| RSS | Category: makan di jakarta, Night in Jakarta | Tags: malam, Pulau Dua

8 Responses to “Buka Puasa Sendiri-Sendiri”

  1. arman says:
    August 19, 2010 at 12:36 AM

    lain kali bukber nya hari minggu malem aja… traffic nya lebih manusiawi kan… :D

    btw fotonya keren tuh…

    nightlovers Reply:
    August 19th, 2010 at 9:27 AM

    Sabtu lbh pas kayaknya ya. Kl Mgg malas mikir Senin udah kerja :)

  2. BunDit says:
    August 19, 2010 at 7:35 AM

    Yah, namanya di jalanan Jakarta mbak, unpredictable. Yang jelas bisa buka puasa ditemani anak tercinta, pasti karunia tak terkira :-)

  3. Vicky Laurentina says:
    August 19, 2010 at 9:22 AM

    Pengalamanku buka puasa bareng, selalu bikin senewen. Kemacetan yang menggila. Di venue mesti reservasi dulu, atau minimal tiba di sana setengah jam sebelum adzan supaya dapet tempat.
    Belum lagi ngantre buat wudhu sholat magrib di musolanya.

    Makanya aku nggak mau buka puasa bareng di tempat umum. Aku makan sedikit aja di rumah buat buka, lalu baru makan berat di restoran. Aku tahu, tipsku ini sama sekali nggak ada gunanya kalo tinggal di Jakarta. :-D

    nightlovers Reply:
    August 19th, 2010 at 9:25 AM

    Wkt aku msh di Medan, jg gt Vick. Buka di rumah dulu, sholat baru cabz. Gimanapun di rumah lbh nyaman ya..

  4. oma says:
    August 29, 2010 at 7:36 PM

    aduh, aku paling males kalo buka puasa angkatan, baik angkatan SMA maupun angkatan kuliah
    waktunya ga jelas, tempatnya kadang jauh banget dari rumahku
    hadeuh~~ *malah curcol*

  5. Srex says:
    August 31, 2010 at 7:43 PM

    keluar sejenak dari rutinitas pun tidak mudah ya sist….
    Kalau di Jawa sini, se krodit apapun lalu lintas, jarang sampe buka di jalan raya…

    nightlovers Reply:
    August 31st, 2010 at 7:46 PM

    Jkt sudah pasti buka di jalan deh klo keluar kantor jam 4 lewat dikit…



« Sangkar Emas
He’s Still Alive »

Blogroll

  • Elmoudy
  • Srex
  • Widi
  • Wordpress Theme

Recent Comments

  • nightlovers: Hai Oma. Makasih, ya. Amin.:)
  • nightlovers: Lys… You’re a wonderfull & loving mom. I can see that, dan senaaaang kali kutengok...
  • nightlovers: Lys, you’re right. Emosi aku sama dia, tp tetap sayang juga sama dia. She’s such a nice...
  • oma: Selamat ulang tahun ya, Mba. Semoga selalu diberikan keberkahan oleh Allah :)
  • oma: Sekitar jam 2-3. Sayang banget ya ga ketemu, padahal mau ngeliat Vay. Belum rezeki kali ya, hehe

Recent Posts

  • Surprise (?)
  • Pengamen Tua
  • Mark Up
  • Emotional Cake
  • Berdua Dengannya
  • Me Time ?
  • Perempuan Kayu
  • Forget It
  • Tante Cie
  • Semua Karena Cinta

Categories

  • Night in Batam (1)
  • Night in Jakarta (26)
    • makan di jakarta (8)
    • sex & the city (5)
  • Night in Medan (14)
    • clubbing di medan (7)
    • makan di medan (4)
  • Night in Pattaya (1)
  • Night Story (28)