• Home
  • About
  • Contact

Small Dinner @ Pancious

February 22nd, 2010 at 11:24 PM by nightlovers

Aku jalan-jalan malam lagi, kali ini keluar kongkow dengan teman-teman lama. Sempat miskom juga, karena Lin tidak memberi petunjuk dengan benar. Katanya “Seberang Gading 1. Seberangnya Pizza Hut.” Dalam bayanganku, lokasinya di dalam Mall Kelapa Gading 1, kan ada PH juga di situ. Lalu aku kira mungkin maksud dia seberang itu ke arah La Piazza. Wow, ternyata maksudnya adalah di jalan raya boulevardnya. Padahal aku sudah turun lengkap dengan stroller anakku di Gading 1. Dan ternyata semua teman juga menyangka bahwa yang dimaksud dengan “seberangnya gading 1″ adalah di dalam komplek mkg juga. Merepet-repetlah kami semua.

Akhirnya suara terbanyak sepakat bahwa kita akan stay di mall saja, tidak jadi menyeberang ke kafe coklat yang dibilang Lin itu. Di dalam mall lebih gampang kalau mau kemana-mana.

Ini adalah pertemuan kami yang kedua, kongkow bareng. Padahal kami semua sudah kumpul di Jakarta, tapi bertemunya susah setengah mati. Kami bertemu hari Senin malam di hari kerja juga karena alasan Ren pasti tidak bisa kalau ketemuan wiken (dia pulang ke Bandung ketemu suami). Tapi siangnya Ren sempat menyebalkan. Sesaat begitu Lin mengusulkan untuk makan di Yuraku, dia dengan entengnya langsung bilang,”Aku tidak ikut kalau di Yuraku. Sorry.” Aku lihat grup chat kami hening sesaat, Chie tidak merespon, juga Lin. Aku akhirnya buka suara. Aku bilang, kalau kau tidak mau di Yuraku kasih alasan yang jelas. Jangan asal bilang gak ikut aja, toh kami semua memilih kowbar di hari Senin (bayangkan, kongkow kok hari Senin?) supaya kau bisa ikut. Kalau tidak mau Yuraku, usulkan saja yang lain. Jangan main lari aja! begitu kataku ditambah tanda seru. :D

Suasana grup sepi sesaat. Baru akhirnya Ren menjawab, katanya dia bosan di Yuraku. Ya sud, bilang bosan saja kok susah. Aku sih curiga dia begitu karena tidak terima saja usulan Yuraku itu dari Lin. Seperti biasa, kan dia memang sedikit sentimen sama Lin, dan hanya dialah yang tahu kenapa. Kalau sampai dia tidak datang hanya gara-gara Lin mengusulkan Yuraku, aku bisa ngamuk. Tadinya kan aku usul Selasa malam saja, maksudnya sih misalnya nih kami kemalaman, anakku besok paginya masih bisa bangun siangan. Sementara kalau kongkow Senin malam, Selasa pagi anakku sudah harus bangun karena harus sekolah, kasihan kan masih ngantuk. Tapi karena semua maunya Senin, ya sudah aku mengalah tidak apa-apa, jadi maaf saja aku langsung jadi judes karena Ren sok merajuk hanya gara-gara usulan Lin. Gak pada tempatnya ngambek sama teman-teman yang sudah berkorban kongkow di hari kerja biar dia bisa ikutan.

Kami makan di Pancious. Aku agak bosan sebenarnya karena ini-ini melulu makannya, pancakee mulu, tapi sudah jam 7 malam, dan sudahlah, yang penting kan kami bisa kumpul dan ngobrol-ngobrol, itu intinya. Lin datang terlambat, buset dehh.. janji jam 7, dia sampai di situ jam 8. Tapi sebenarnya no probz lah, karena aku dan Lin kan bisa bertemu tiap hari di kantor, lalu Lin tiap hari ketemu Ren karena mereka satu kontrakan (bayangkan, sentimen sama teman sekontrakan :p), cuma memang ketemu sama Chie saja yang jarang-jarang. Dulu Chie sekantor sama kami waktu masih di Medan, sekarang dia pindah ke perusahaan kompetitor.

Eh jangan salah lho, aku cuma makan seporsi saja :D . Ren dan Chie masing-masing 1 1/2 porsi, Lin seporsi saja, anakku seporsi cream soup, dan pancake untuk susternya. Biarpun judulnya kongkow, tapi tetap harus dijaga makannya, takut gendut :D .

Aku lebih banyak mengamati & mendengarkan teman-temanku mengobrol. Kami berempat punya banyak cerita, jadi sepertinya semua heboh ingin cerita, dan aku menikmati saja. Bergantian bercerita. Ini adalah malam yang menyenangkan untukku, karena kami mengobrol dengan suasana yang hangat. Karena kami semua dari Medan, cewek-cewek batak pula, dan meskipun kami sekarang stay di Jakarta, tapi kalau sudah berkumpul, kami akan mengobrol dengan bahasa & dialek orang Medan.  Gak ada lu gue, tapi kau, aku, bodat, borjong, lontong, tahapa-hapa, kekmana, dan banyak lagi hahahaa… Cuma Ren yang memang sedikit jaim kalau bicara, kadang di depan kami masih saja sok ber-”lu gue,” biasanya langsung aku sindir, perasaan aku yang lebih lama di Jakarta dari kau, tapi kau pulak yang udah jadi orang Betawi kutengok. Hahahaha…

Jam sembilan kurang, kami berpisah. Aku ingin segera pulang karena aku lihat anakku sudah mulai mengantuk. Kami changing dulu di toilet, mengganti bajunya dengan piyama, karena aku tahu dia pasti akan langsung terkulai di mobil.

21.05 waiting car @ lobby

21.15 waiting car @ lobby

Aku dan Chie berpisah di depan lobby Mall 3, sementara Ren dan Lin masih di dalam mall, masih mau muter-muter lagi. Ah, masih terasa rindu sebenarnya berkumpul. Mungkin dua atau tiga bulan lagi nih baru bisa ketemu.. dan di hari kerja tentunya.

| RSS | Category: makan di jakarta, Night in Jakarta | Tags: jakarta 24 jam, malam

13 Responses to “Small Dinner @ Pancious”

Newer Comments »
  1. hamidah says:
    February 23, 2010 at 5:32 PM

    wah enaknya bisa reunian, setelah saya pindah ke sidoarjo karena ikut suami. sdh hampir 17 bulan tdk bertemu teman lama. kangen rasanya. teman lama memang tdk akan pernah tergantikan ya.

    nightlovers Reply:
    February 24th, 2010 at 8:37 AM

    wew lama juga ya 17 bulan :D

    hamidah Reply:
    February 24th, 2010 at 8:44 AM

    iya seumur anakku, terakhir ketemu pas lahiran di bandung.

  2. arman says:
    February 24, 2010 at 12:33 AM

    gua juga paling kesel kalo mau ngumpul2 ada yang suka nolak tempatnya tanpa ngasih ide lagi.

    lagian kan intinya mau ngumpul ya. harusnya jangan tempat aja dibikin ribet, ya gak. yang penting ada tempat makan ya udah lah, biar bisa ngobrol2 gitu…

  3. oma says:
    February 24, 2010 at 5:45 AM

    baca ini jadi kangen buat jalan bareng sama temen-temen :)

  4. els says:
    February 24, 2010 at 11:25 AM

    oiiiii gak kelen ajak aku…

    nightlovers Reply:
    February 24th, 2010 at 11:36 AM

    hahahaa…. tapi kan kau di bandung elzzz…

  5. elmoudy says:
    February 24, 2010 at 7:51 PM

    Nightlovers…

    edit fotonya pake apa?? kok efeknya kayak di pilmnya Johny Depp

    nightlovers Reply:
    February 24th, 2010 at 9:00 PM

    Pake picnik doang..

  6. tary says:
    February 26, 2010 at 8:38 PM

    wahhh blognya makin keren aja nih mbak,

Newer Comments »


« Om Jack
Chit-chat @The Barrels »

Blogroll

  • Elmoudy
  • Srex
  • Widi
  • Wordpress Theme

Recent Comments

  • nightlovers: Hai Oma. Makasih, ya. Amin.:)
  • nightlovers: Lys… You’re a wonderfull & loving mom. I can see that, dan senaaaang kali kutengok...
  • nightlovers: Lys, you’re right. Emosi aku sama dia, tp tetap sayang juga sama dia. She’s such a nice...
  • oma: Selamat ulang tahun ya, Mba. Semoga selalu diberikan keberkahan oleh Allah :)
  • oma: Sekitar jam 2-3. Sayang banget ya ga ketemu, padahal mau ngeliat Vay. Belum rezeki kali ya, hehe

Recent Posts

  • Surprise (?)
  • Pengamen Tua
  • Mark Up
  • Emotional Cake
  • Berdua Dengannya
  • Me Time ?
  • Perempuan Kayu
  • Forget It
  • Tante Cie
  • Semua Karena Cinta

Categories

  • Night in Batam (1)
  • Night in Jakarta (26)
    • makan di jakarta (8)
    • sex & the city (5)
  • Night in Medan (14)
    • clubbing di medan (7)
    • makan di medan (4)
  • Night in Pattaya (1)
  • Night Story (28)