February 14th, 2010 at 9:00 PM by nightlovers
Hmm. Aku melihat ponselku. Hang. Kenapa sih ponsel sekarang gampang sekali hang? Sepertinya semakin mahal harga ponsel kok malah semakin sering hang ya? Padahal ponsel SonEr ku ini lebih sering dalam posisi stand by, tapi barusan aku terima telepon dari tukang tas, kok nge-hang. Tukang tas mau datang sebentar lagi. Aku melirik jam dinding, sudah hampir pukul sembilan. Aku tadi tertidur ternyata. Seharian ini capek juga karena seharian di luar.
Biar sedikit segar, aku membuat es teh manis saja. Di rumahku memang jarang ada cemilan, seadanya saja. Cuma ada roti tawar saja, cemilan standar.
Bb ku berbunyi, aku lihat notifikasi dari grup chat. Oh, grup chat ku dengan sepupu-sepupuku. Aku hanya melirik saja, tidak bergeming. Malas.
Sepupu-sepupuku di grup chat itu sedang gila. Mereka ajak aku kongkow bareng malam-malam, lalu aku pula yang disuruh traktir. Huaduhhh, aku bilang memangnya aku konglomerat apa? Lalu Op bilang, uangku kan gak berseri, sebotol dua botol Om Jack gak masalahlah. Dan si Dd seperti biasa menggunakan dalih bahwa dia masih adekan jadi dia gak punya kewajiban untuk membayar.

Om Jack
Buset deh! Gak berseri darimana? Kalau aku mau traktir sepupuku, ya harus pakai uangku sendiri dong, masa iya aku minta uang suami, yang benar saja. Dan traktirnya beli Jack D pula… huuu rugi. Aku bilang sama mereka, aku gak sudi mentraktir mereka Jack . Soalnya aku kan gak doyan Jack D, terus aku juga bukan tukang mabok yang minum sampai berbotol-botol.
Dan satu lagi, aku sudah punya suami dan sudah punya anak. Sebenarnya Re tidak masalah aku kongkow dengan sepupu-sepupuku dan sedikit minum-minum, tapi aku saja yang tidak sanggup meninggalkan anakku di rumah demi bisa kongkow teler sama sepupu-sepupu. My daughter is my boss.
Aku bilang aku traktir saja Tony Jack, gimana? Kan sama-sama Jack. Dasar sepupuku matrek semua, sudah bisa ditebak mereka gak mau. Tetap memaksa aku harus traktir mereka di kafe yang mahal dan harus ada Om Jack. Lama-lama aku jadi kesal. Dari dulu kayaknya aku atau abangku (yang di Medan) selalu saja diporotin sama sodara. Masalahnya tidak pernah sekalipun dalam hidupku aku minta traktir or minta apapun sama mereka, dan secara hirarki duit juga, ya ampunnn duit mereka berkali-kali gaji ku kali.
Tapi memang dasar mereka merki aja, maunya dibayarin tapi gak pengen bayarin orang. Minta ditraktir tapi pake nentuin pula maunya dimana, dan yang mahal-mahal pula. Aku sih biasanya gak keberatan kalau habis dari mana terus si Dd titip pesen fast food kesukaannya yang mahal itu, karena aku suka berbagi. Dan aku care dengan saudara. Tapi kalau jadi keterusan sering minta dan pakai nentukan tempat, aku tersinggung juga jadinya. Kenapa gue melulu yang harus jadi cukong nih…!
Pantas saja waktu abangku kemarin mau datang ke Jakarta dan supirku tidak bisa menjemputnya karena harus antar anakku sekolah, kan aku tanya kenapa tidak minta dijemput Dd saja. Abangku bilangĀ begini, hhmmm… Dd jajannya beratt…. sehari bisa koyak sejuta! Buseettttttt…..!
Waktu aku curhat sama Re, Re bilang, udah suruh saja makan di rumah, kita beli bihun dari warung depan. Terus beli bir bintang aja…. beres kan? Huh..! Tidak menyelesaikan masalah.
zee harus belajar melakukan gebrakan spt yg disarankan papi vaya itu. biar pada kapok
nightlovers Reply:
February 17th, 2010 at 8:57 AM
hahahaaa…
masalahnya daku gak pengen rame2 di rumah. pengennya rumah khusus utk istirahat aja
gw pengen ncicipin bir kayak apa..
rasanya pengen mabook beraat kl lagi ginian..
gw lg stres Zee
traktir gw ya… bwhahahaa
nightlovers Reply:
February 17th, 2010 at 2:39 PM
ahhahaa… nanti pingsannn..
sy pernah tuh nyicipin om Jack. Tapi duluuuuuuuu… Hehehehe…
Sepupu2 itu orang mana aja?
Batak? Atau yg mirip2…?