• Home
  • About
  • Contact

Titel Dulu & Sekarang

October 7th, 2009 at 10:36 PM by nightlovers

Hardcase itu masih teronggok di tempat yang sama. Di sebuah celah di sudut, antara meja rias dan dinding. Di sebelahnya tergeletak sound system kecil merk Peavey. Aku tersenyum sendiri dan meraih hardcase itu. Meraba permukaannya, ingin tahu apakah berdebu. Oh, bersih kok. Berarti sudah dibersihkan sama pembantu infal sebelum aku datang.

Aku buka hardcase coklat itu dan menemukannya di sana. Gitar listrikku yang cantik, si Telecaster hitam yang masih mulus sekali. Senar gitar yang aku kendorkan sudah berkarat, astaga.. sudah berapa lama aku tak menyentuhnya? Sudah tiga kali aku mudik ke Medan dan baru kali ini aku teringat untuk membuka dan menyentuhnya. Kasihannya kamu sayang. Maafkan aku karena telah menyimpanku sekian lama di kotak itu seakan kau sudah jadi besi tua.

Aku menoleh ke lemari pakaian. Di pintu lemari itu terpasang banyak poster. Poster-poster sebagai bentuk eksistensi band yang dulu aku miliki. Aku jadi senyum-senyum sendiri, dan kemudian beranjak membuka laci lemari. Mengais-ngais laci mencari foto-foto lama. Dan ketemu. Seringaiku melebar.

Memoriku pun terbang ke masa lalu. Saat aku masih kuliah. Aih, betapa jadulnya aku dulu. Dengan badan cungkring, wajah polos tanpa sapuan make up apapun, dan rambut masih hitam panjang dan tergerai seperti singa (hei jaman dulu itu belum ada yang namanya catokan lho ya), aku berbeda sekali dengan sekarang. Sekarang rambut sudah menipis karena umur dan kebanyakan dimacem-macemin, kulit wajah sedikit berjerawat juga karena sering dimacem-macemin. Syukurlah alis masih sebagus dulu, gak pernah terpikir mau ditato kayak Krisdayanti. Kekekeke….

Yang masih kelihatan sama adalah ekspresi wajahku saat di foto. Dari dulu tak berubah. Kadang manis, kadang bengis, kadang cool. Tergantung situasi. Aku lihat foto-fotoku saat manggung, lebih banyak tanpa senyum. Aku memang cool sekali dulu, hahahaa…. sampai cowok-cowok dulu bilang aku sombong karena aku susah sekali tersenyum, ditambah lagi setiap habis manggung aku pasti pulang dan tidak mau gabung-gabung dengan komunitas band. Aka, pemain basku jauh lebih supel. Kalau sudah ada yang bilang enggak-enggak tentang aku, dia akan mengeluarkan statement pembelaan yang oke banged, “Gitaris kami memang bawaannya begitu, ampherenya udah goyang dikit, jadi harap maklum ya.” Kampret memang si Aka itu.

Aku tertawa tanpa suara melihat foto di depanku. Aku, Aka, dan Ratna sedang manggung di sebuah kafe. Wajah kami ketat sekali, aku lupa kenapa kami seperti orang stress waktu itu. Itu adalah penampilan kami yang kesekian, wajah kami sudah tak sepolos dulu, sudah mulai dipoles dandanan sedikit. Maklum band sudah mulai terkenal jadi penampilan harus diperhatikan juga. Smoky & gothic adalah gayaku, girly dan sassy adalah gaya Aka dan Ratna.

… … …

Suara rengekan membuyarkan lamunanku. Aku menoleh ke belakang, melihat anakku yang tertidur pulas. Mungkin dia sedang bermimpi. Kumasukkan kembali gitarku ke dalam hardcasenya dengan perlahan. Kurapatkan kunci-kuncinya. Aku bangkit dan naik ke tempat tidur, menepuk-nepuk pantat si kecil agar dia kembali lelap.

Saat merapikan kembali printilan masa lalu yang berantakan di lantai, aku berkaca sebentar di depan meja rias. Hei, waktu ternyata begitu cepat berlalu ya. Di suatu waktu yang lalu aku adalah seorang anak band, lalu di masa berikutnya aku adalah si ratu dugem, dan sekarang aku ada di kamarku kembali bersama seorang anak perempuan berumur 1,5 tahun. Aku sudah jadi seorang ibu. Walaupun kata Achie temanku, aku mamak-mamak lasak, tapi tetap kan… judulnya sudah jadi emak-emak hehee. Sebuah titel yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun. Dan aku bahagia sekali dengan titel itu sekarang. Biarlah aku tidak bisa dugem lagi, tak apa. Toh nanti kalau anakku sudah agak besar, bisalah sesekali aku ajak dia clubbing dengan teman-teman lama (yang juga udah pada punya anak). Bukan masalah. Hidup memang harus berjalan terus kan?

Aku mengintip keluar kamar. Oh. Re sedang di ruang tengah, duduk di meja kerja papiku, lagi me-remote kerjaan kantornya. Hei, laki-laki memang begitu, karir adalah yang terpenting. Tapi tak apalah, selama kami bertiga masih punya quality time aku tidak akan protes. Aku menutup pintu dan berbaring di samping anakku. Hmm, gini deh kalau gak ada TV di kamar. Bengong!

Medan, 24 September 2009

| RSS | Category: clubbing di medan, Night in Medan, Night Story | Tags: Clubbing, kenangan, malam

20 Responses to “Titel Dulu & Sekarang”

« Older Comments
  1. wi3nd says:
    October 15, 2009 at 1:17 PM

    pas baca judulna tuch zee”titeL” y9 diotakku tuch kaya semacam 9eLar 9ituh :D

    iyah,nda bisa dibeli ya,weheheh..du9em baren9 ma anak2na seru pastinya nanti.. :)

    futu2na mana zee?kan kita bisa bedain heheh

  2. fandhie says:
    October 17, 2009 at 5:33 PM

    wahhh lama ngga blogwalking ternyata dah berganti wajah… keren nihh
    tulisannya juga beda nihh… tp msh enak dibaca :P
    mengenang masa lalu emang bikin kita tersenyum yah

  3. elmoudy says:
    October 19, 2009 at 9:32 AM

    malam dah lewat…
    tetap saja coretan ga berubah…
    susu coklaaattt

  4. widi says:
    October 21, 2009 at 2:37 PM

    Pertanyaannya kak… Apa nama band mu dulu. Kenapa aku ga tau?
    Kenapa aku ga pernah ntn. Aku selalu ntn band. Ntah apa2 pun band nya.
    Di pendopo pun kutonton.

    Jangan bilang kita beda generasi.kekekekek

    nightlovers Reply:
    October 21st, 2009 at 7:00 PM

    Wid, kau kuliah tahun berapa, aku tahun berapa. Waktu jamanmu kuliah, bandku udah mulai vakum krn kupecatin semua :D …. dan mulai pilih2 tampil. Yg bener aja masa main di pendopo lagi? :D

  5. Ria says:
    October 22, 2009 at 1:03 PM

    mamak2 lasak??? hihihihihi lucu banget sebutan itu mbak zee :P

    hidup bergulir ya, siapa sangka aku yg di lahirkan di sulawesi, pindah kejakarta kuliah disana dan sekarang aku terdampar di durikarena kerjaan…hihihihi…what a life…harus di syukuri saja.

  6. Bang Aswi says:
    November 17, 2009 at 8:29 AM

    Kenangan adalah awal atau pertengahan perjalanan yang sedang kita susuri, hingga jadilah kita yang sekarang ini. Saya pun dulu juga anak band, beruntung nggak sampai terpengaruh dengan budaya anak band yang negatif. Drummer saya, kini telah menjadi seorang ustad dan juga saudara karena sepupunya menikah dengan adik saya. Luar biasa! Hidup ini begitu penuh misteri….

« Older Comments


« pasangan cewek-cewek
Sedikit Maaf »

Blogroll

  • Elmoudy
  • Srex
  • Widi
  • Wordpress Theme

Recent Comments

  • nightlovers: Hai Oma. Makasih, ya. Amin.:)
  • nightlovers: Lys… You’re a wonderfull & loving mom. I can see that, dan senaaaang kali kutengok...
  • nightlovers: Lys, you’re right. Emosi aku sama dia, tp tetap sayang juga sama dia. She’s such a nice...
  • oma: Selamat ulang tahun ya, Mba. Semoga selalu diberikan keberkahan oleh Allah :)
  • oma: Sekitar jam 2-3. Sayang banget ya ga ketemu, padahal mau ngeliat Vay. Belum rezeki kali ya, hehe

Recent Posts

  • Surprise (?)
  • Pengamen Tua
  • Mark Up
  • Emotional Cake
  • Berdua Dengannya
  • Me Time ?
  • Perempuan Kayu
  • Forget It
  • Tante Cie
  • Semua Karena Cinta

Categories

  • Night in Batam (1)
  • Night in Jakarta (26)
    • makan di jakarta (8)
    • sex & the city (5)
  • Night in Medan (14)
    • clubbing di medan (7)
    • makan di medan (4)
  • Night in Pattaya (1)
  • Night Story (28)