September 13th, 2009 at 11:43 PM by nightlovers
Malam Minggu.
Aku meletakkan papercup berisi susu coklat yang masih hangat di sofa merah, berdampingan dengan sekotak popcorn caramel. Re, suamiku duduk di sebelahnya, menyeruput susu coklat dinginnya langsung dari papercup. Aku jadi ingat si kasir tadi, yang beberapa kali bilang, “strawnya silahkan diambil disini,” pada Re. Padahal Re memang tidak suka minum pake straw.
“Gue ke toilet dulu,” kataku. Kami sedang ada di Blitz Megaplex, mau nonton Hang Over. Tadinya aku mengajak Re nonton Final Destination, tapi seperti dugaanku, dia menolak. Katanya, nonton film kayak gitu bikin capek. Pengen nonton yang santai-santai aja. Ya sudah.
“Wah di sebelah ini,” bisiknya. “Lesbi.”
“Masa?” Aku melirik sekilas. Lalu aku langsung berlalu ke toilet. Sudah kebelet. Aku memang minum agak banyak tadi waktu berangkat dari rumah.
Kembali ke sofa merah, Re sedang mengunyah popcorn. Setelah itu gantian dia pergi ke toilet. Dan aku pun bisa memandang bebas ke dua perempuan muda yang duduk di sofa sebelah kami. Dua-duanya berkulit kuning, berdandan rapi dan keren.
Yang satu gayanya tomboy, rambutnya model punk rock dengan model wet look. Kemeja putih longgar dengan kerah sedikit ke atas, celana panjang hitam model pensil, dengan sepatu runcing ala sepatu cowok berwarna hitam dan mengkilat. Temannya sebaliknya girly sekali. Pakai rok mini dengan jaket pendek berwarna krem — senada dengan warna tasnya — dan rambut panjang hasil klintong menggeelung di punggungnya. Hmm, mungkin karena penampilan mereka yang begitu kontras itu yang bikin Re langsung menduga mereka pasangan lesbi.
Aku menggeser dudukku ketika dua cewek datang dan ingin duduk di sebelah kiri. Lalu aku beralih lagi memperhatikan dua cewek tadi. Re sudah datang dan mengambil minumnya lalu berjalan-jalan dulu melihat-lihat poster film. Melihat si tomboy punk rock itu sebenarnya tidak aneh ya, karena banyak cewek yang suka berpenampilan tomboy dan casual. Waktu aku masih duduk di bangku esempe dulu aku juga tomboy dan selalu bergaya casual (ya tapi kalau diingat-ingat, dulu kan belum jamannya baju ketat ya? hahahaa…).
Lalu aku lihat si cewek yang satu lagi — yang girly — menyandarkan kepalanya di bahu si cewek punk rock. Oh, okay. Now I agree with you, Re. Aku dan Re bukan tipe orang yang anti dengan pasangan sejenis, tapi jujur aku jarang melihat pasangan lesbi, jadi masih sedikit takjub. Tiga tahun lalu waktu kami traveling ke Perth, kami juga ketemu pasangan lesbi abege di toko buku. Dan pernah juga sekali waktu aku dan teman-teman kantor makan di sebuah resto di Plaza Indonesia, tahu-tahu temanku menjerit, “Anjrit!” Katanya dia melihat dua cewek sedang berciuman tanpa rasa risih.
Aku lihat lampu teater 5 sudah menyala. Kedua cewek di sebelah kiriku berdiri, lalu diikuti juga oleh pasangan cewek-cewek di sofa kanan. Aku lihat si cewek punk rock, pinggang celananya melorot sampai di bawah pinggul. Hmm? Dia jadi kelihatan tidak berpinggang. Seharusnya dia cukup keren dan modis dengan dandanannya itu, tapi potongan celana yang salah itu membuat nilainya merosot ke angka 5. Sementara si girly mengikut di belakangnya.
“Udah buka ya?” Re datang. “Iya,” aku bangkit sambil membawa susucoklatku dan popcorn. Kami pun mengantri di belakang pasangan cewek-cewek tadi.
Aku sering melihat cowok gay, jumlahnya mungkin lebih banyak daripada pasangan lesbi. But jarang sekali aku melihat yang ekstrem bergandengan dan bercumbu mesra di depan umum. Pasangan cowok cewek saja tidak berani macam-macam di depan umum, jadi biasanya pasangan sejenis justru lebih menjaga imej mereka. Yang rada heran sama pasangan cewek-cewek ini. Apa karena mereka wanita — yang cenderung menggunakan perasaan daripada logika — makanya santai saja mengumbar kemesraan di depan umum?
Sambil terus mikirin soal itu, masih kudengar Re mengeluh di depanku. “Begini nih kalau nonton di kelas biasa. Kursinya aja kayak begini.”
Hmm… Dia memang selalu begitu kalo nontonnya bukan di kelas premiere.
Sense saya … tidak terlalu tajam untuk mengendus ini …
(kecuali mereka memang baku cium didepan umum)
Dalam keadaan biasa …
Saya tak bisa membedakan mana yang “lempeng” mana yang “melintir”
bagi saya wanita itu cuma ada dua … Cantik … dan cantik sekali …
hahahaha
Salam saya Zee
Kepada sobatku mba NightLovers dan seluruh pengunjung blog From Dusk Till Dawn, saya mengucapkan:
“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H
MINAL AIDIN WAL FA IZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN”
saya pernah baca kesaksian seorang gay bahwa kaum lesbi itu lebih tak suka berhura2 dibandingkan orang gay. mereka lebih suka kumpul2 utk melakukan sesuatu yg produktif. gak tahu apa ini benar.
hahaha.. sayah g pernah liat yg kek gituan, tapi itu bukan hal yang tabuh lagi
Berkunjung di hari batik..
Sehat dan sukses selalu mb. Zee, salam buat mas Re…
@zulhaq: iya, aneh bin nggilani. palagi kalo liat dengan mata kepala sendiri