• Home
  • About
  • Contact

Seorang Ibu Tua

September 1st, 2009 at 4:00 AM by nightlovers

Dulu aku suka lunch di Cabe Rawit Sun Plaza. Menu andalanku adalah ayam goreng dan kentang (oke, itu memang gak sehat, tapi itu kan dulu. Sekarang aku sudah tobat makan junk food). Karena termasuk sering makan di situ, lama-lama aku hapal dan ngeh kalau ternyata aku juga punya “teman” lain yang suka makan junkfood di situ.

Dia wanita tua. Orang cina. Rambutnya keriting tertata rapi. Wajahnya mulus tersapu make up. Menilik gayanya, aku menebak dia orang kaya. Mungkin dia diantar supirnya ke situ. Dia selalu duduk di area yang sama dengan aku dan teman-teman. Dan setelah beberapa kali makan di situ, barulah aku ngeh kalau ibu tua itu selalu makan sendirian.

Suatu saat dia duduk dekat sekali dengan kami. Aku perhatikan pesanannya. Dia memesan satu nasi, satu ayam, satu sop, dan minuman. Mangkuk sop itu dia letakkan di depannya, sedikit lebih jauh sehingga kau akan berpikir bahwa mangkuk itu adalah jatah orang lain.

Sambil makan aku mencuri pandang ke arahnya. Dia memakan semua yang ada di depannya, kecuali mangkok sop itu. Lalu tiba-tiba aku tersedak ketika melihat wanita tua itu membuka mulutnya. Dia bersikap seolah-olah sedang mengobrol dengan seseorang di depannya. Matanya tidak memandang ke depan, tapi memandang sedikit ke bawah. Aku langsung berbisik ke temanku, mengungkapkan keterperanjatanku. Temanku melihat ke si ibu tua. Tapi ibu itu tidak perduli, biarpun barangkali bukan cuma kami yang memperhatikan dia.

Dia tetap melanjutkan obrolannya dengan temannya yang invisible. Sejenak aku terdiam. Lalu aku pun jatuh iba. Entah apa yang terjadi dengan ibu ini, tapi aku duga dia mungkin sedang stress. Dia tidak mungkin gila, karena buktinya dia masih bisa memesan makanan dan membayar dengan benar.

Besoknya aku ke Cabe Rawit lagi (oke, sepertinya tiap hari makan di situ pastilah membosankan, tapi waktu itu aku belum bosan kok.), dan lagi-lagi ibu itu juga ada di sana. Masih dengan menu fast food yang sama, dan juga duduk di area yang sama. Mangkok sup juga ada di depannya, mungkin mangkuk itu memang untuk teman invisiblenya. Ketika dia memulai acara makannya, sambil mengobrol sendiri, aku mencoba melirik ke kanan ke kiri. Beberapa pasang mata terlihat juga memandang heran campur iba pada si ibu tua.

Dia bicara pada siapa? Arwah suaminya? Teman khayalan masa kecil? Keluarganya kemana? Kenapa tidak ada yang menemani dia? Tanya itu tak pernah terjawab.

| RSS | Category: makan di medan, Night Story | Tags: Cabe Rawit

12 Responses to “Seorang Ibu Tua”

Newer Comments »
  1. Anita says:
    September 2, 2009 at 2:24 PM

    Duh Ibu… ngobrol sama siapa?
    Apa mungkin sebenarnya ada orang di situ tapi kita nggak bisa ngeliat? **kayak pelem ghost**

  2. anny says:
    September 2, 2009 at 5:14 PM

    Kayaknya kena sugesti tuh dia, hmmm…..perlu dukungan moral kalau sudah begitu

  3. ayahshiva says:
    September 2, 2009 at 7:22 PM

    cantik amad blognya

  4. nakjaDimande says:
    September 2, 2009 at 10:56 PM

    jiwa yang kesepian.. harusnya kita menyapanya zee, tapi bingung juga yaa takut salah. **duh, membayangkan suatu saat ibu itu adalah aku.. :(

  5. arman says:
    September 2, 2009 at 11:25 PM

    gak kedengeran ya si ibu itu ngomong apa?

    nightlovers Reply:
    September 3rd, 2009 at 9:55 AM

    dia bicaranya pelan. dan pake bahasa tionghoa… ga ngerti lah gw :D

  6. The Bunglon's says:
    September 3, 2009 at 8:07 AM

    Mungkin Ibu tadi punya teman yang tidak keliatan, sebangsa mahluk halus…
    xixixixi…

Newer Comments »


« Sepuluh Tahun Sudah..
menghitung waktu »

Blogroll

  • Elmoudy
  • Srex
  • Widi
  • Wordpress Theme

Recent Comments

  • nightlovers: Hai Oma. Makasih, ya. Amin.:)
  • nightlovers: Lys… You’re a wonderfull & loving mom. I can see that, dan senaaaang kali kutengok...
  • nightlovers: Lys, you’re right. Emosi aku sama dia, tp tetap sayang juga sama dia. She’s such a nice...
  • oma: Selamat ulang tahun ya, Mba. Semoga selalu diberikan keberkahan oleh Allah :)
  • oma: Sekitar jam 2-3. Sayang banget ya ga ketemu, padahal mau ngeliat Vay. Belum rezeki kali ya, hehe

Recent Posts

  • Surprise (?)
  • Pengamen Tua
  • Mark Up
  • Emotional Cake
  • Berdua Dengannya
  • Me Time ?
  • Perempuan Kayu
  • Forget It
  • Tante Cie
  • Semua Karena Cinta

Categories

  • Night in Batam (1)
  • Night in Jakarta (26)
    • makan di jakarta (8)
    • sex & the city (5)
  • Night in Medan (14)
    • clubbing di medan (7)
    • makan di medan (4)
  • Night in Pattaya (1)
  • Night Story (28)