August 17th, 2009 at 9:50 PM by nightlovers
Sudah dua tahun lebih di Jakarta, dan tinggal di Jakara Timur pula, aku mungkin hanya dua kali masuk La Piazza yang di Kelapa Gading. Lebih sering aku main ke Mall nya daripada ke La Piazza. Pernah juga sekali makan seafoodnya disana, tapi aku kurang suka dengan ke-crowded-annya, jadi aku dan suami jarang kesana. Kecuali kalau kami mau belanja di Healthy Choice, baru main kesitu, itu juga tokonya kan di atas.
Tapi kemarin sore, sedikit-sedikit udah mo petang, aku janji ketemu orang di La Piazza. Urusan bisnis. Duh gaya sekali ya. Ya tapi aku memang sedang merintis sesuatu, dan aku memulainya benar-benar dari nol. Hunting kesana kemari, kejar kesana kemari, email, sms. Aku pikir, kalau aku tidak mencobanya aku tidak akan tahu apakah ini akan berhasil atau tidak. Tapi semoga saja berbuah hasil ya.
Jam empat lewat dua puluh, si calon partner bisnis mengirim ym dan bilang kalau sudah sampai di La Piazza. Katanya menunggu di Bakoel Koffie. Eh?? Aku dan suami sama-sama heran. Memangnya di La Piazza ada Bakoel Koffie? Karena kami berdua hanya tahu yang ada di Cikini. Janji ketemu memang setengah lima, dan aku memang selalu on time. Jadi masih ada waktu sepuluh menit untuk masuk ke parkiran dan mencari letak Bakoel Koffie itu.
Masuk ke La Piazza, aku mendapatkan suasana yang meriah tapi menarik. Ternyata La Piazza itu keren yah, memang dirancang untuk konsep makan minum nongkrong bersama family dan teman menikmati hiburan live music (kalau lagi ada). Aku agak mencari-cari juga dimana letak si warung kopi itu, akhirnya ketemu juga nyempil agak di belakang. Suamiku tidak ikut, katanya mau menunggu di mall saja sambil ngecek jadwal film. Tindakan yang tepat, karena aku tahu suamiku bukan tipe yang suka nongkrongin istrinya hehehee…. sama kayak aku yang juga tidak suka nongkrongin suami. Menongkrongi sambil bengong adalah kegiatan yang membosankan.
Aku tidak pesan kopi-kopian. Cuma minum Equil saja. Sebenarnya aku tidak sudi mengeluarkan 18.700 perak demi sebotol air mineral, tapi di situ tidak jual Aqua. Jadi no choice. Warung-warung kopi modern memang selalu jual air mineral merk canggih-canggih, sama kayak kafe di studio Premierre. Yah biasanya aku pesan hot chocolate, tapi kemarin itu aku kurang minum air putih, jadi tak apalah aku mengeluarkan uang hampir duapuluh ribu untuk air mineral, daripada aku kena sakit di kandung kemih.
Pembicaraan berlangsung cukup lama. Tapi lumayan menghasilkan. Semoga saja bisa didapat kesepakatan nanti setelah melihat hasilnya. Saat aku jalan ke mall satu, di depan pintu mall satu aku lihat suamiku menunggu dengan tampang mengantuk. Kami sebenarnya ingin nonton film yang jam 7, tapi karena di rumah anakku hanya berdua dengan babysitternya — bedinde-2 sedang jalan-jalan ke Buaran Plaza dan belum pulang — aku kurang tenang juga.
Jadi kami putuskan untuk pulang saja. Tapi sempat belanja baju juga di Sogo. Dan minta dibayarin suami, heeeeeee
equil itu padahal buatan indo ya. bukan import kayak evian. tapi emang brandingnya ama kemasannya keren jadi mahal dah.. hehe
jalan2 teryuus mbak.. makan2 shopping walaah asyiknyaa
botol kacanya yg bikin equil jadi mahal… hehehe…
kak, aku sekrang udah pindah kos ke daerah jaktim…
capcay degh
Wah.. kalo saya kayaknya juga keberatan banget ngeluarin uang segitu buat bayar air mineral doang?
selamat berusaha aja, semoga sukses. memang lebih baik memulai dari nol, biar mempunyai pengalaman yang lebih tinggi! dan juga bisa dibanggakan jika kelak kita sukses nanti!
semangat!
Butik Online
La Piazza konsepnya hampir sama kaya Citos
mungkin jarang terlihat karena letaknya yang bersebelahan dengan MKG
mungkin lain kali pesen minumnya apa gitu dan untuk air putihnya bawa di tupperware
*super ga praktis*