• Home
  • About
  • Contact

Nonton GI Joe di Premiere Senayan

August 9th, 2009 at 1:05 AM by nightlovers

Duh lama juga ya aku gak update blog yang ini. Kayak majalah bulanan aja, sebulan sekali beredar. Hehee..

Kemarin malam aku keluar nonton dengan hubby. Nonton GI Joe di Premiere Senayan. Sebenarnya rencana untuk nonton adalah malam minggu kemarin, aku juga sudah bela-belain beli tiket di Satin – GI hari Jumat siang saat lunch, booking untuk Sabtu jam 20.15. Tapi ternyata Sabtu sore hubby bbm, katanya pesawat delayed. Dia akan sampai di Jakarta jam 7 malam, dan sepertinya akan sangat mepet waktunya kalau dipaksa juga untuk nonton malam itu. Dia mungkin sempat dari bandara ke Grand Indonesia, karena mobil diparkir di bandara. Tapi aku kan di rumah, dan kalau mau pakai taxi, harus tunggu lama lagi. Sama saja.

Ya sudah, dua tiket Satin harus diikhlaskan hangus. Dan kami mengganti jadwal tonton menjadi Minggu malam jam 21.00. Syukurlah bisa booking via phone, jadi kita tidak perlu buru-buru datang untuk rebutan tiket.

Mulanya aku pikir ini kan hari Minggu malam, pastilah Premierre sepi. Eh ternyata full! Di dalam ruang Premierre itu ada sekitar 5-6 baris kursi kalau aku tidak salah, dengan jumlah kursi perbaris 10. Seorang pelayan datang mengantarkan kudapan pesanan kami. Dua teh manis hangat, satu hot dog plain, satu popcorn caramel (yang langsung aku sambar) dan satu Equil.

Saat film baru mau mulai, kami baru sadar bahwa baris A di belakang kami kosong melompong. Hubby bilang, baris itu memang selalu dikosongkan, entah kenapa. Ternyata hubby juga suka memperhatikan, kalau kamu mau nonton di Premiere situ, baris A selalu kosong dan tidak ditawarkan.

Tak berapa lama barulah ketahuan jawabannya. Masuk rombongan bapak dan ibu, yang dari gayanya aku tebak mereka adalah pejabat atau petinggilah. Empat lelaki, dua wanita. Usia paruh baya. Di antara lelaki itu ada yang masih muda dan berjaket kulit, aku menduganya seorang ajudan. Mereka masuk dengan suara ribut — sori, revisi.. yang ribut adalah si pria berjaket kulit — dan duduk di baris A tepat di belakang kami. Ibu-ibu yang ikut bersama mereka kelihatan gaya sekali, cantik dan berkelas. Aku suka melihatnya, terutama si ibu yang agak tua yang rambutnya sudah putih semua. Cool… biar ubanan tapi tetap keren. Jadi baris di belakang itu memang dikosongkan kalau-kalau ada pejabat yang mau nonton, begitulah kira-kira analisaku.

Sayang acara nonton GI Joe kami sedikit terusik. Hubby berbisik padaku, katanya dia mencium bau kaki. Entah dari belakang atau dari samping. Sepertinya seseorang lupa mengganti kaus kakinya sehingga ketika kaki itu keluar dari sepatu baunya merebak kemana-mana. Kursi di Premiere kan bisa distel sampai posisi tidur begitu, lengkap dengan selimut bersih di laci. Jadi kalau ada yang kakinya panjang, dan bau kaki pula, bernasib siallah orang di depannya. Aku yakin itu pasti bau kaki dari belakang, melihat betapa lengkapnya pakaian mereka tadi. Kemeja, jas casual, jeans, sepatu, jaket kulit (buat si ajudan). Kalau penonton-penonton Premiere lain lebih casual dan santai, hanya berpakaian santai plus sweater dan alas kaki dari sendal yang nyaman.

Selesai nonton jam setengah dua belas malam. Menyusuri jalan Jakarta yang lengang rasanya menyenangkan sekali. Tidak perlu berebut jalan dengan kendaraan lain. Tidak ada suara klakson. Yang ada hanya lampu dari beberapa mobil dari arah berlawanan, dan lampu-lampu dari gedung. Malam ini jalan jadi milik kami. Saat meluncur di Sudirman, hubbyku baru sadar. Dia tidak bawa kunci pagar.

Hah! Plis deh. Udah tahu mau pulang malam, kok bisa-bisanya lupa bawa kunci pagar & rumah. Segera aku telepon asisten di rumah. Ini sudah terlalu malam dan memang sudah lewat jam aturan. Jam aturan kami adalah jam 10 malam, jadi lewat jam 10 malam tidak usah ditunggu lagi, kunci saja pagar dan semua pintu. Aku sebenarnya punya kunci juga, tapi karena aku yakin hubby selalu bawa kunci, ya aku tinggalkan kunciku di rumah.

Hmmm… malam yang melelahkan. Rasanya mengantuk sekali. Besok pagi-pagi jam 5 sudah harus bangun siap-siap untuk ke kantor. Yah beginilah nasib jadi pegawai. 6 to 6. Mon to Fri.

| RSS | Category: Night in Jakarta | Tags: malam

10 Responses to “Nonton GI Joe di Premiere Senayan”

« Older Comments
  1. oma says:
    August 17, 2009 at 9:16 PM

    ternyata review tempat nontonnya toh
    GI Joe kayanya lebih seru kalo dibikin 3D
    efeknya rada lebay :D

  2. mira says:
    August 18, 2009 at 5:49 PM

    gyahahaha..pejabat-pejabat bau kaki. asiikk..

  3. OktaEndy says:
    August 20, 2009 at 4:56 PM

    hikks…
    yang ini blom nonton

  4. elmoudy says:
    August 20, 2009 at 11:31 PM

    ini mo nonton pilm ato nglaitin yg nonton pilm..
    kirain mo ngebahas pilm GI Joe.. wealaah
    malam yg melelahkan.. hikss

« Older Comments


« Mia si SPG
Sore di La Piazza »

Blogroll

  • Elmoudy
  • Srex
  • Widi
  • Wordpress Theme

Recent Comments

  • nightlovers: Hai Oma. Makasih, ya. Amin.:)
  • nightlovers: Lys… You’re a wonderfull & loving mom. I can see that, dan senaaaang kali kutengok...
  • nightlovers: Lys, you’re right. Emosi aku sama dia, tp tetap sayang juga sama dia. She’s such a nice...
  • oma: Selamat ulang tahun ya, Mba. Semoga selalu diberikan keberkahan oleh Allah :)
  • oma: Sekitar jam 2-3. Sayang banget ya ga ketemu, padahal mau ngeliat Vay. Belum rezeki kali ya, hehe

Recent Posts

  • Surprise (?)
  • Pengamen Tua
  • Mark Up
  • Emotional Cake
  • Berdua Dengannya
  • Me Time ?
  • Perempuan Kayu
  • Forget It
  • Tante Cie
  • Semua Karena Cinta

Categories

  • Night in Batam (1)
  • Night in Jakarta (26)
    • makan di jakarta (8)
    • sex & the city (5)
  • Night in Medan (14)
    • clubbing di medan (7)
    • makan di medan (4)
  • Night in Pattaya (1)
  • Night Story (28)