• Home
  • About
  • Contact

Simpang Barat & Kurtak (?)

July 21st, 2009 at 1:32 AM by nightlovers

Kemarin malam waktu lagi baca-baca email di milis bb, seorang teman di milis cerita kalau dia sedang makan di Simpang Barat. Hueheee… aku langsung terkikik-kikik geli.

Simpang Barat itu nama satu tempat di Medan, daerah Medan Baru. Selain tempat makan, disana juga terkenal dengan kedai Opung nya, yaitu toko yang menjual minuman keras.

Dulu, kalau aku mau clubbing bertiga dengan Utie dan Ali, kami biasa beli minuman botol kecil di Kedai Opung. Itu salah satu trik kami untuk berhemat uang saat berada di dalam club. Biasanya beli JD or JW. Aku dan Utie sebenarnya tidak suka minuman itu, tapi tidak banyak merk yang menyediakan kemasan botol kecil. Jadi kadang sudah di dalampun kami tidak minum juga, kecuali kepepet. Ali biasanya menyelipkannya di clutch Utie biar bisa dibawa masuk ke dalam. So far sih tidak pernah ketangkap sama penjaga pintu.

Pada suatu malam, mobil kami beriringan ke arah Simpang Barat. Aku dan Utie menunggu dalam mobil dengan mesin menyala, yang aku parkir agak jauh ke depan dari Kedai Opung, sementara mobil Ali berhenti pas di depan Kedai Opung.

Aku sesekali melirik spion. Mengamat-amati situasi adalah kebiasaanku. Tapi tak lama aku baru sadar kalau Ali tidak turun dari mobilnya. Yang berdiri di depan Kedai Opung itu bukan Ali. Yang ada di situ hanya seorang tukang parkir dan satu orang apek-apek berbadan kecil. Ali berbadan tinggi besar, jelas sekali ukuran badan begitu akan mudah terlihat darimana saja.

Tahu-tahu, mobil Ali jalan. Tancap gas meninggalkan Kedai Opung. Aku yang ikutan panik langsung tancap gas juga.

Utie langsung menelepon Ali dari ponsel. “Woi, kenapa Li? Ada apa?”

“Ada intel, geng!!” Si Ali memang suka sok keren, sama teman-teman wanitanya pun dia ber-geng ria. Serasa anggota geng saja.

“Ah serius kau. Dimana?”

“Itu, di sebelah ku tadi kan ada mobil Kijang merah. Dari tadi kutengok orangnya di dalam aja, gak turun-turun. Aku yakin itu intel.”

Aku memutar ingatanku kembali dan memang benar tadi disana ada ada mobil Kijang warna merah dengan kaca gelap, parkir di seberang jalan dekat pohon.

Aku mengambil ponsel Utie dan berteriak. “Ah gak mungkin itu intel. Dia pasti nungguin kau turun dulu baru gantian dia turun. Mana ada orang yang mau ketauan sedang belanja di Kedai Opung.”

“Kau jangan nakut-nakutin lah,” kata Utie lagi ke Ali.

“Gak, aku memang sudah sadar diikutin sejak dari Mahmud,”

“Nah kan, makin mengada-ada. Memangnya dari mana dia tahu kita mo ke Kedai Opung? Kebetulan aja tujuannya sama.”

“Ihhh gak percaya. Tengoklah, dia kayaknya tadi pun jalan juga ninggalin Kedai Opung.”

Aku langsung melihat ke spion. Cemas juga jangan-jangan memang benar. Tapi Kijang merah itu tidak kelihatan. Jangankan Kijang merah, motor saja tidak ada. Jalan di belakang kami sepi kosong melompong.

Ali. Aku kadang kagum dengan daya khayalnya. Tetapi temanku itupun kadang terlalu tinggi khayalannya, sampai-sampai terkesan membual. Seringkali kami mendapati bahwa Ali hanya membual semata.

“Gak ada pulak ya mobilnya di belakang kita,” Aku mulai kesal. Mulai merasa Ali sengaja mengerjai aku dan Utie. “Lagipula kalaupun benar, memangnya kenapa kalau kita beli botol di Kedai Opung? Udah tua kita, Li… kecuali di ktp mu kau masih 18 tahun.”

“Jangan marahlah, geeengg…”

“Ya udahlah jadi sekarang kita langsung aja atau gimana?” Aku bertanya dengan sedikit membentak.

“Aku cari kurtak dulu ya woiiii……..”

“Halahhhhhhhhh……..” aku dan Utie berteriak berbarengan. “Hari gini masih ada istilah kurtak? Kampong kalilah,” Aku dan Utie langsung ngakak sejadi-jadinya. Ali memang hebat. Semenit sebelumnya dia buat kami panik dan marah-marah, tapi semenit berikutnya dia sudah buat kami ketawa lagi.

“Gak ada kurtak-kurtakan. Cabut sekarang aja!” Aku merepet. Beli botol saja takut, gayanya pula mau beli kurtak.

| RSS | Category: clubbing di medan, Night in Medan | Tags: Clubbing, malam, Retrospective

10 Responses to “Simpang Barat & Kurtak (?)”

« Older Comments
  1. muhamaze says:
    July 22, 2009 at 4:32 PM

    simpang barat sebelahnya simpang siur ya mbak.. heheh

  2. oma says:
    July 22, 2009 at 7:40 PM

    tadinya ga ngerti apa itu kurtak
    pas googling, pencarian paling atas malah kasus pidana
    tapi pas dicari kebawah, langsung ngerti artinya apa
    hehe

  3. Ade says:
    August 5, 2009 at 12:20 AM

    Zee, samaaaa ama oma, mau tanya artinya kurtak apaan?

  4. yudik says:
    August 10, 2009 at 6:22 PM

    sama ama oma dan ade, kurtak apaan sich??

« Older Comments


« Teman Tengah Malam
Mia si SPG »

Blogroll

  • Elmoudy
  • Srex
  • Widi
  • Wordpress Theme

Recent Comments

  • nightlovers: memang adalah kawan2ku lys…. but gak semua musti diceritakan kan :) .
  • els: ingat kak.. ada kawan2 mu…
  • nightlovers: hehe… ayukk… cheerrrrssssss! :)
  • arman: ayo cheer up!! :)
  • beni: kasian bgt., coba aja kalo gua orang kaya… udah gua kasih tuh orang… :D

Recent Posts

  • Pegawai Oh Pegawai
  • Apa kabar, Sus?
  • Surprise (?)
  • Pengamen Tua
  • Mark Up
  • Emotional Cake
  • Berdua Dengannya
  • Me Time ?
  • Perempuan Kayu
  • Forget It

Categories

  • Night in Batam (1)
  • Night in Jakarta (26)
    • makan di jakarta (8)
    • sex & the city (5)
  • Night in Medan (14)
    • clubbing di medan (7)
    • makan di medan (4)
  • Night in Pattaya (1)
  • Night Story (30)