• Home
  • About
  • Contact

Dear My Friend, I’m So Tired..

June 10th, 2009 at 12:05 AM by nightlovers

Ternyata tidak mudah ya menjadi keranjang sampah. Sebenarnya tidak tepat juga dibilang keranjang sampah, tapi tepatnya tempat curhat, tempat orang berkeluh kesah tentang masalahnya.

Tadi ketika aku sedang pijet-pijet kaki sambil nungguin anakku makan, hp ku bunyi. Kawanku menelepon, dan ketika aku bilang halo, yang aku dengar adalah suara tangisan. Hmm… kubiarkan dulu dia menangis sampai cukup tenang untuk bicara. Lalu aku pindah ke kemar, dan mulailah aku mendengarkan dirinya mencurahkah isi hatinya.

Aku sama sekali tidak keberatan menjadi pendengarnya, menjadi tempatnya bertanya dan meminta saran. Tapi setelah hampir dua puluh menit dan lalu hubungan terputus karena dia habis pulsa, lalu aku meneleponnya balik, perlahan-lahan aku mulai merasa lelah. Lelah fisik, lelah otak.

Tidak. Aku tidak bermaksud kasar menolak dia untuk curhat, tapi aku pusing karena terus berputar-putar di tempat yang sama dengan dirinya.

Same story. Same reason. Begitu terus. Aku bosan. Aku capek. Dan akhirnya aku katakan juga padanya bahwa aku mulai capek mendengarnya. Bukan capek menjadi temannya, dan bukan pula hendak menjauh darinya, tapi aku capek mendengar ketidakmampuannya dalam mengambil keputusan.

Come on! Be brave. Be tough! Percuma kau berteman denganku kalau tidak ada yang kau pelajari dari aku. Dan aku semakin marah ketika aku dengar temanku mengeluhkan dirinya yang memang lemah dan tidak sekuat aku. Dan kepalaku tambah pusing ketika kudengar lagi malam ini dia stress berat karena memikirkan perkataan orang lain. “Lain kali kalau dia bilang begitu lagi, langsung saja bilang kau tidak butuh nasihat dia. Dan bilang juga, jangan berani-2nya dia mengajari kau bagaimana cara mengurus anak-anakmu.” Jadi aku yang marah.

Same story. Same question. Same suggestion. Selalu dia bertanya dia harus bagaimana, dan berulang kali pula aku berkata bahwa tidak ada yang bisa merubah hidupnya kecuali dirinya sendiri. Tidak ada yang salah dengan dirinya, yang salah adalah pria tersebut yang memang tidak bisa menghargai dirinya. Begitu terus.

Sambil menarik napas panjang agar aku bisa tenang kembali, aku akhirnya berkata padanya, kau tidak salah bila menjadi orang yang sabar dan mengalah. Tapi terus-terusan membiarkan orang lain mengatur hidupmu bukanlah hal yang sehat. Kau akan terbiasa jadi pribadi yang selalu kalah, pribadi yang selalu ditindas, lama-lama kau bisa mati muda karena memendam rasa tidak puas dan sakit hati. Intinya adalah, kalau hatimu tidak bisa terima, ya sudah tinggalkan. Itu saja. No excuse. Jangan berharap pada keajaiban, karena melihat keadaannya sekarang, keajaiban itu tidak kunjung tiba.

Ketika akhirnya pengasuh anakku masuk membawa anakku yang sudah tertidur, aku menarik napas lagi. Jengkel karena akhirnya anakku tertidur lelap tanpa sempat main denganku, bahkan tak sempat aku ninabobokkan.

Ketika pembicaraan kami berakhir, aku buru-buru cuci muka dengan air dingin banyak-banyak. Aura stress itu telah menular padaku. Pikiranku capek, lelah… ternyata baik curhat ataupun cuma jadi tempat curhat sama-sama menguras energi ya? Hhmmm….

Aku mau off dulu. Butuh minuman hangat untuk mengembalikan mood.

| RSS | Category: Night Story | Tags: malam

26 Responses to “Dear My Friend, I’m So Tired..”

« Older Comments
Newer Comments »
  1. warm says:
    June 19, 2009 at 3:19 PM

    nambah lagi dengan coklat
    \makin berasa.
    salut bu !

  2. DV says:
    June 22, 2009 at 6:28 AM

    Orang bilang, menerima curhat memang butuh energi yang besar karena tubuh dan hati menolak energ-energi negatif dari mereka yang curhat kepada kita.

    Benar tidaknya entahlah, tapi aku setuju denganmu, menerima curhat memang meletihkan!

  3. dian says:
    June 23, 2009 at 12:59 PM

    kadang, yang diinginkan sama orang curhat itu, ya cuma didengarkan. hehe… ketahuan kalo suka curhat juga ya.
    jadi, dengarkan dan dengarkan saja.
    karena yang bisa membuat perubahan ya dirinya sendiri. kalau dia ndak ada niat, ya… percuma saja kita jejali nasehat.
    gitu katanya…

    nightlovers Reply:
    June 26th, 2009 at 7:22 PM

    bener mbak, kadang kita sendiri klo lg ada masalah pasti pengen curhat jg ke temen. cuma mungkin momen dia curhat kurang pas, apalagi casenya itu dan itu juga…

  4. nakjaDimande says:
    June 25, 2009 at 12:59 PM

    hmm, dah selesai minumnya mba..?
    aku mo curhat niy… :P

  5. macangadungan says:
    June 26, 2009 at 12:44 PM

    aku jg mengalami hal yang sama mbak. nelpon sehari bisa 3 kali, tanpa mau perduli klo aku lg kerja di kantor, lagi bikin skripsi, atau lagi istirahat alias tidur. with same stories…

    saat aku bilang dia harus belajar untuk ambil keputusan sendiri dan jangan selalu minta orang lain untuk membuat keputusan, dia malah bilang “Ya gue emang gini, bego dlm ngambil keputusan! Makanya gue minta bantuan lo!”
    Hhhh…nanti klo saran dr aku malah berefek negatif, kan yang disalahin aku jg…

  6. Detaro says:
    June 26, 2009 at 2:15 PM

    Resiko jadi makhluk sosial buk…
    hehehehe….
    ;)

« Older Comments
Newer Comments »


« Dibentak Tubang
Teman Tengah Malam »

Blogroll

  • Elmoudy
  • Srex
  • Widi
  • Wordpress Theme

Recent Comments

  • nightlovers: memang adalah kawan2ku lys…. but gak semua musti diceritakan kan :) .
  • els: ingat kak.. ada kawan2 mu…
  • nightlovers: hehe… ayukk… cheerrrrssssss! :)
  • arman: ayo cheer up!! :)
  • beni: kasian bgt., coba aja kalo gua orang kaya… udah gua kasih tuh orang… :D

Recent Posts

  • Pegawai Oh Pegawai
  • Apa kabar, Sus?
  • Surprise (?)
  • Pengamen Tua
  • Mark Up
  • Emotional Cake
  • Berdua Dengannya
  • Me Time ?
  • Perempuan Kayu
  • Forget It

Categories

  • Night in Batam (1)
  • Night in Jakarta (26)
    • makan di jakarta (8)
    • sex & the city (5)
  • Night in Medan (14)
    • clubbing di medan (7)
    • makan di medan (4)
  • Night in Pattaya (1)
  • Night Story (30)