May 20th, 2009 at 2:57 AM by nightlovers
Malam yang ramai dan padat ketika aku keluar dari rumah. Malam ini aku ada janji nonton dengan suamiku, jadi aku pun diantar ke kantornya sama sopir. Sampai sana, dengan mobil suami baru kami akan jalan ke bioskop.
Gile jalanan padat banged. Ini pasti karena besok Kamis, libur. Dan ternyata begitu sampai di kantor suami, suamiku bilang Premier penuh. Artinya kita harus buru-buru kalo mau mengejar film di kelas biasa. Kita memang selalu nonton di kelas Premiere. Ngejar suasana, sofa empuk dan selimutnya ;D.Kamipun bergegas ke Grand Indonesia. Melewati jalan Blora, jalanan agak tersendat. Motor-motor parkir di kiri, kemudian juga beberapa mobil. Yang lebih banyak adalah orang-orang yang keluar masuk sebuah gedung (rumah ruko).
Ternyata itu pub malam ajeb-ajeb ancur, yang biasanya pengunjungnya warga asing China & Jepang. Dari luar terlihat suasana pub yang mirip pub di film-film koboi Amerika. Lampu remang-remang, mirip lampu disko, merah dan kuning.
Aku lihat dua orang pria baru turun dari tangga kayu (yup, tangganya jelas menghadap pintu). Lalu aku melongok ke atas. Di dekat jendela yang agak besar berdiri cewek-cewek berambut panjang. Dengan latar lampu yang merah, mereka mirip cewek-cewek yang “dipenjara” untuk dipilih.
Mungkin kalo di Medan, ini kayak pub-pub di daerah Nibung Raya. Hmm. Aku sebenarnya penasaran, ingin juga sesekali masuk ke pub model begini, pengen tahu seperti apa sih suasana di dalam, tapi aku memperhitungkan para pria brengsek yang ada di situ, yang pasti akan menganggap semua cewek yang ke situ pasti mencari laki-laki seperti mereka. Huek.
Hhmm…. aku langsung teringat deretan warung yang aku lihat ketika dalam perjalanan ke kantor suamiku tadi. Di depannya bersusun tripleks warna warni besar-besar dengan tulisan “Viagra” “Obat Kuat” dll. Warung obat kuat memang bertebaran di seluruh antero Jakarta. Umumnya mereka mengklaim produknya pasti asli, termasuk warung-2 gerobak di sepanjang jalan.
Bukan hanya Viagra atau obat kuat lainnya yang dijual warung gerobak ini, tapi kondom beraneka merk juga dipajang di kaca steling. Aku yakin model jual kondom ala drive thru ini perputarannya cepat. Pastilah, praktis gitu loh. Gak perlu pasang muka tebal kalo harus ke apotik or supermarket, tapi cukup dari jendela mobil saja bertransaksi. Hemat waktu pulak, kannnn…..
Ngomong-2 soal gerobak, fungsi gerobak bakso ternyata sudah bergeser dari fungsi awalnya yang hanya jualan makanan. Sekarang jualan karet juga sah-sah aja.
waaah, kalo ke tempat begituan kok aku belum pernah ya, pingin sekali-kali nyoba masuk, pingin liat, qqqq…
btw blog nya girly banget, but i like this, adem liyatnya,heheh…
lam kenal yach…
wah saya baru tau blog barunya mba nih..
hehe, dikira gerobak karet apaan, ga taunya pake kutip tho
. nontonnya jadi ga, zi? asyik beduaan terus, ehm..
wah wah mungkin karetnya buat pengaman gerobak. ckckckck….
wedew, kreatip
hmm.. jadi sekarang jualan karet juga bisa pake gerobak yaa?
ide yang menarik