April 30th, 2009 at 11:50 PM by nightlovers
Aku ini tipe orang yang suka sekali memanjakan diri. Ke salon untuk creambath, pedi meni, dan massage lulur itu jadi kegiatan rutinku tiap minggu.
Tapi yang paling aku suka itu adalah massage alias pijat. Kalau sedang gak enak badan, aku biasanya butuh dipijat seluruh badan biar badan kembali fit.
Seringnya waktu masih di Medan, aku pijat capek itu malam hari. Biasanya jumat malam atau sabtu malam. Nah khusus untuk pihat capek, aku lebih suka pijat tradisional di tempat oukup. Tahu kan oukup? Itu tempat massage tradisionalnya orang Karo, yang ada juga mandi uap rempah-rempah. Jadi habis pijat, masuk ke ruangan steam, di steam pake uap rempah-rempah. Kalau aku hanya sanggup paling lama 10menit di dalam, lebih dari itu megap-megap hehe..
Biasanya aku kalo pijat capek di Boby Oukup di Spg. Selayang, sejamnya 50rb. Yang pijat nande-nande, pijatannya keras loh. Tapi enak, biar remuk sekalian badan yang sakit ini. Kekeke…
Bicara soal pijat malam-malam, seorang temanku pernah cerita tentang satu tempat pijat refleksi “P” di Jl Serdang. Waktu itu aku dan teman-temanku kami ada sepuluh orang sedang ngumpul di Cabe Rawit Sun dan bergosip ngalur ngidul.
Tiba saatnya temanku (cowok) yang cerita, dia cerita tentang pengalamannya ke Pijat Refleksi Pty itu. Dan cerita itulah yang akhirnya jadi cerita paling menggemparkan kami semua malam itu.
Katanya disana yang pijat itu ibu-ibu paruh baya, yang sebenarnya pijatannya juga gak ada enak-enaknya. Alias bukan standardnya pijat refleksi.
Nah di tengah-tengah proses pijat-memijat, tahu-tahu si ibu yang lagi mijet kakinya itu ngomong gini : “Bang, apa mau sekalian dipijat juga di situ juga?” Well… I don’t have to describe what is “disitu” kan?
Spontan kami semua terbahak-bahak. Sementara itu temanku ini dengan serunya melanjutkan kalo dia dengan sok cool menolak tawaran si ibu-ibu itu.
Dan kami juga dengan nada mengejek bilang : “Ah masa sihhhh….” :p~~
woh, beneran ya? kok 50 ribu doang? hehe