April 20th, 2009 at 11:06 PM by nightlovers
Sebelum saya pindah ke Jakarta, hampir setiap malam saya keluar ngukur jalan kota Medan. Biasanya bareng teman-teman dekat, kita akan nongkrong di suatu tempat sambil minum kopi, susu coklat, or kalo rada malam ya minum bir dikit dan mulai mencaci siapa-siapa yang lewat dan merusak pemandangan. Hehhee..
Lalu, wikennya, dua minggu sekali — Jumat malam atau Sabtu malam, kita akan cari-cari tempat hangout yang lebih seru untuk clubbing. Dan salah satu tempat favorit kita adalah Retrospective Medan. Tempat paling pas dan pas untuk menghilangkan stress. Aksesnya juga gampang sekali karena letak Capital Building itu pas di pinggir jalan.Kalo saya dan teman-2 biasa masuk jam sebelas lewat, begitu masuk areal gedung langsung parkir vallet. Duh kan gak mungkin habis dugem trus ribet-ribet ke basement ambil mobil. Vallet dong ah. Langsung naik lift ke lantai 6. Oya, di gedung ini selain tempat clubbing juga ada karaoke dan restoran.
Retro always pakai band Philipine, gak tau apa alasannya. Mungkin karena bayarnya murah atau karena penampilan vokalis ceweknya selalu sexy (kadang cuma pakai model underwear saja) yang pasti kadang band nya ancur, kadang bagus.
Di dalam Retro dulu sisi kanan kirinya ada Cielo, alias vip room dengan tirai putih. Katanya biasa dipakai untuk selingkuh, karena para pemesan Cielo biasanya rombongan. Sementara di dalamnya pacaran, teman-teman lainnya nge-dance di luar tirai. Sekalian menutupi. Selain tempat VIP itu, ada sofa-sofa di area belakang, yang dikhususkan buat mereka yang buka botol. Jadi kalo cuma mau minum segelas dua gelas bir, cukup di bar saja atau table biasa.
Saya dan teman jarang sekali buka botol. What for? Seringnya cuma berdua atau bertiga, and a bottle is too much. Walaupun katanya bisa disimpan titip di bartender, but please, you order a bottle of JD or Chivas but you didn’t finish it? Irit ato pelit?
We always order tequila shot. Like what they always said, tequila itu minuman perempuan. Mungkin juga ya, entahlah tapi saya rasa tequila is better lah. Maybe it’s a lil bit more expensive than order a bottle, because we need 2-3 shot. Apalagi kalo masuk rame-rame kan mending botolan ya, but tequila is better. Gimana dengan bir? Hmm gak pakeklah kalo di Retro, karena yang ada malah jadi pengen pipis terus.
Kami lebih suka duduk di bar, nonton band langsung karena posisi yang menghadap stage. Sesekali mentertawakan mereka yang mabuk (padahal kita juga tahu bahwa mereka juga pasti mentertawakan kami). Sering kali kehadiran kami mengundang ajakan kenalan para cowok. Jangankan cowok, seorang lesbian pun pernah dengan jelas-jelas menatap saya penuh harap. OMG, saya dan teman-teman pun kabur dari si lesbian itu. Anyway, kami selalu menolak dengan sopan ajakan-2 kenalan begitu. Yeah, kami memang hobi clubbing, tapi bukan untuk cari cowok. Hanya untuk senang-senang spend money untuk menghilangkan stress kerja.
Band berakhir jam 1 pagi, langsung digantikan dengan musik disko dari seorang DJ. Inilah yang paling ditunggu-tunggu. Everybody dance on the floor. On their chair, on the table, in toilet, everywhere..! Trust me, you will lose at least 1 pounds after dances.
Dan sebagai penutup pasti selalu ada yang jackpot karena terlalu banyak minum. Yang males kalo yang teler anak abege, kadang suka buat ribut. Kalo sudah ada tanda-tanda keributan, kita biasanya kabur sebelum Retro tutup.
But sometimes ada juga teman saya yang mabuk sampai harus digotong pulang. Terlalu menikmati kayaknya hehehe…
– — – — – –
Tapi katanya sekarang Retro sudah rombak habis. Sudah direnovasi dan diperluas. Well baguslah kalo begitu. Eksklusivitas penting sekali untuk sebuah klub malam.
hehehe doyan ajojing yah ? pernah kemana aja…sama siapa aja…kapan aja…hahah jadi iklan autis begini…maaf
style tulisan gak banting ama Zee negh… jangan2 11 -12 lagi huaehaehuahe… ditunggu sharing caringnya ttg medan lagi…
Btw salam kenal dan kami mengundang anda untuk bergabung di kafeblogger.com - tempat ngumpul para blogger
jadi pingin kemedan lagi
byme